BogorOne.co.id | Jember – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem daring.
Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Bupati Jember sebagai respons atas krisis BBM yang dipicu oleh penutupan jalur nasional di kawasan Pegunungan Gumitir. Penutupan jalur tersebut menghambat distribusi BBM dari Depo Banyuwangi ke wilayah Jember.
Akibat keterbatasan pasokan BBM, operasional kendaraan umum maupun pribadi terganggu. Hal ini berdampak pada sulitnya mobilitas siswa menuju sekolah. Hingga Selasa (29/7/2025) siang, antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jember.
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jember, Yuli Ardiyanto, menyatakan bahwa pembelajaran daring dipilih untuk memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa terkendala transportasi.
“Hal ini dinilai lebih efektif. Jika tetap dipaksakan secara luring di saat krisis seperti ini, banyak siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran karena persoalan BBM,” ujarnya, dikutip dari beritasatu.com, Rabu (30/7/2025).
Pemerintah daerah dan pihak sekolah akan terus memantau perkembangan situasi. Kebijakan pembelajaran daring akan tetap diberlakukan hingga distribusi BBM kembali normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post