BogorOne.co.id – Tragedi meninggalnya dua atlet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjelang pelaksanaan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat pentingnya kesiapan pelayanan kesehatan dan penanganan medis bagi para atlet selama kompetisi berlangsung.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun kondisi darurat yang dapat dialami atlet selama pertandingan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat kesiapan tim kesehatan dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor serta seluruh tim medis yang telah dibentuk.
Dedie menegaskan, meskipun terdapat sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di luar wilayah Kota Bogor, tanggung jawab pelayanan dan keselamatan atlet tetap berada dalam koordinasi pihaknya.
“Ada atlet yang meninggal saat mengikuti Porprov Jateng. Tadi juga kita bahas kesiapan tim kesehatan kita. Jadi, meskipun ada tiga cabang olahraga yang diselenggarakan di luar Kota Bogor, tetap menjadi tanggung jawab Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim,, Senin (2/11/2026).
Ia meminta Dinkes bersama seluruh tim yang terlibat memastikan setiap atlet yang mengalami cedera maupun gangguan kesehatan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah kondisi cedera berkembang menjadi lebih serius. Karena itu, seluruh unsur kesehatan diminta memaksimalkan kesiapan selama Porprov berlangsung.
“Saya minta Dinkes bersama seluruh tim yang dibentuk memastikan kalau terjadi sesuatu pada atlet, penanganannya bisa secepat-cepatnya. Itu sudah kita bahas dan insyaallah kita tekan semaksimal mungkin. Jangan sampai ada atlet yang cedera, apalagi sampai kehilangan nyawanya,” tegasnya.
Ia berharap tragedi yang terjadi dalam pelaksanaan Porprov Jawa Tengah tidak terulang pada penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat di Kota Bogor.
Dedie juga menyadari penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar memiliki berbagai potensi risiko. Oleh karena itu, kesiapan tidak hanya difokuskan pada fasilitas pertandingan, tetapi juga aspek keselamatan dan perlindungan bagi seluruh atlet.
“Jadi, saya pikir mudah-mudahan tidak terjadi di Porprov ke-15 ini. Kita tentu ingin seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan para atlet bisa bertanding dengan aman,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien






















Discussion about this post