BogorOne.co.id | Kota Bogor – Penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, belum sepenuhnya rampung meski sebagian besar pekerjaan fisik telah diselesaikan. Hingga awal November 2026, proyek yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu telah mencapai progres sekitar 90 persen.
Pantauan di lokasi, Senin, 2 November 2026, sejumlah pekerja masih menyelesaikan pekerjaan menggunakan alat berat. Area jalan yang sebelumnya amblas kini telah tertutup timbunan tanah. Dinding Penahan Tanah (DPT) di salah satu sisi longsoran juga sudah berdiri dan dilengkapi pagar besi.
Namun, penyelesaian konstruksi belum sepenuhnya memulihkan aktivitas lalu lintas. Kendaraan yang melintas di Jalan Kebon Pedes masih harus bergantian karena pengerjaan di lokasi belum selesai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Longsor Kebon Pedes, Ade Subhan, mengatakan progres penanganan hingga 31 Oktober 2026 mencapai 89,961 persen.
“Ya betul. Per tanggal 31 Oktober 2026 kemarin progres penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes mencapai 89,961 persen,” kata Ade.
Menurut dia, pekerjaan yang tersisa berfokus pada penimbunan dan pemasangan bronjong di area DPT. Kedua pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026.
Ade mengakui pengerjaan pada pekan ini mengalami keterlambatan akibat pasokan material timbunan dari penyedia. Kondisi tersebut membuat progres proyek sempat berada di bawah target.
“Ya untuk minggu ini minus, karena keterlambatan di penyediaan timbunan. Tapi mudah-mudahan, mohon doanya untuk diberi kelancaran,” ujarnya.
Setelah pekerjaan konstruksi selesai, proyek akan memasuki tahap pengaspalan. Ade menyebut kemungkinan penerapan sistem buka-tutup lalu lintas selama pekerjaan tersebut masih dikaji dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Ada kemungkinan buka tutup, tapi ini lihat situasi nanti saja ya,” kata Ade saat dikonfirmasi pada Senin pagi, 2 November 2026.
Longsor di Jalan Kebon Pedes terjadi pada Januari 2026. Meski berada di wilayah administratif Kota Bogor, penanganan kerusakan jalan tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,4 miliar untuk menangani longsor di ruas jalan tersebut. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2026
Reporter : Rezha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post