BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Bima Arya beri deadline satu Minggu untuk pengelola penyewaan sepeda listrik berbasis aplikasi yang mangkal di trotoar, dan jika tidak mengindahkan peringatan itu, maka Pemkot Bogor akan mencabut izin operasional perusahaan yang diprakarsai PT Beam itu.
Hal itu diungkapkan Bima Arya menyusul keberadaan sepeda listrik di sejumlah pedestrian yang ada di Kota Bogor mengundang protes dari warga karena terparkir secara sembarangan.
“Saya berikan deadline ke PT Beam satu dua minggu ini harus lebih merapihkan semua, kalau tidak izinnya saya cabut,” kata Bima Arya kepada wartawan, Senin (31/10/22).
Politisi PAN itu menerangkan, ada dua hal yang jadi bahan evaluasi pihaknya terkait keberadaan sepeda listrik di pedestrian Kota Bogor. Pertama, terkait penempatan sepeda dan kedua masalah safety atau keamanannya.
“Jadi jangan sampai (pengguna) tidak pakai helm jalan-jalan, jangan sampe masuk ke wilayah-wilayah yang tidak ada jalur sepedanya,” tegasnya.
“Kita lihat kemarin sudah ada perbaikan dan mudah-mudahan sampai ke depan lebih tertib lagi,” tambahnya.
Selain itu, Bima juga meminta ke PT Beam untuk memperbanyak tim yang mengawasi keberadaan dan penggunaan sepeda listrik itu sendiri. “Saya minta tim yang mengawasi agar diperbanyak untuk memastikan sepeda itu tidak parkir sembarangan,” ucapnya.
Soal penerapan denda ke pengguna yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan, diakui Bima Arya, dirinya belum mengetahui hal tersebut. Untuk itu, ia meminta agar penerapan tersebut harus segera disosialisasikan.
“Itu wajar ya supaya memastikan semua tertib si titiknya, denda itu wajar yang penting sosialisasi saja,” tandasnya. (Fry)























Discussion about this post