BogorOne.co.id | Jakarta – Berpuasa adalah hal yang wajib untuk seorang muslim ketika sudah masuk pada bulan Ramadan dan berpuasa disebut-sebut dapat menyehatkan tubuh, asalkan tidak berbuka secara berlebihan
Pengidap penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) boleh berpuasa tetapi tidak mudah untuk melakukannya.
Perlu dilakukan pengaturan makanan yang dikonsumsi tidak boleh sembarangan dan semua saran dari dokter harus diperhatikan.
Beberapa hal yang harus dibatasi oleh seseorang yang mengidap GERD dan ingin berpuasa adalah. Namun, bukan tidak mungkin jika pengidap GERD ingin berpuasa. Yuk simak tipsnya lebih lanjut!
1.Makan Junk Food saat Buka Puasa dan Sahur
Salah satu hal yang harus dihindari adalah konsumsi junk food saat buka dan sahur. Kebanyakan orang lebih memilih untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung sirup fruktosa tinggi, MSG (untuk perasa), natrium dan minyak berlebih.
Makanan-makanan tersebut dapat membawa berbagai masalah bagi tubuh, seperti penyakit jantung, kolesterol dan lemak yang tidak diinginkan.
Makanan yang tidak sehat, seperti keripik, mi instan, makanan digoreng dan makanan lain yang kurang bergizi tidak akan memenuhi kebutuhan gizi dan tidak akan memiliki energi yang cukup untuk puasa karena apa yang dimakan tidak mengandung banyak nilai gizi.
Namun, jika mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, sehingga akan merasa kenyang dan tidak perlu mengunyah porsi besar dalam waktu selama berbuka puasa dan sahur.
2.Mengonsumsi Minuman Berkafein
Minum teh atau kopi saat makan akan mengakibatkan dehidrasi dan akan cepat menyebabkan rasa lapar. Kafein yang terkandung dalam teh dan kopi juga bisa menyebabkan sakit kepala.
Daripada kopi atau teh, lebih baik memilih yang memiliki asupan air yang baik selama sahur dan berbuka puasa untuk mengurangi dehidrasi.
Namun, minum terlalu banyak air sekaligus juga tidak baik, karena akan melarutkan asam lambung, menyebabkan kembung dan mengganggu pencernaan.(Ir-v)
























Discussion about this post