BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Gempa yang terjadi akibat aktivitas Sesar Citarik masih menjadi ancaman bagi warga Kabupaten Bogor. Sesar ini membentang dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi, hingga Bekasi dan telah aktif selama belasan juta tahun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan enam kecamatan di Kabupaten Bogor dilintasi segmentasi gempa Sesar Citarik, yakni Tamansari, Cijeruk, Cigombong, Sukaraja, Cibinong, dan Bojonggede.
“Walaupun titik episentrum berada di satu lokasi, dampaknya bisa dirasakan di sekitar 40 kecamatan,” ujar Ade, Kamis, 28 Agustus 2025.
Untuk mengantisipasi bencana tersebut, BPBD Kabupaten Bogor tengah menyusun kontinjensi kajian risiko gempa. Salah satu programnya adalah Project Starlight, yang bertujuan mengumpulkan titik evakuasi di seluruh RW di Kabupaten Bogor.
“Ada sekitar 4.000 RW, targetnya satu RW satu titik evakuasi. Titik ini nantinya akan masuk ke Google Maps agar masyarakat dapat mengaksesnya melalui peta offline saat terjadi gempa,” kata Ade.
Menurutnya, nama “Starlight” diambil dari cara manusia dahulu menggunakan bintang untuk mencari arah. Saat ini, titik evakuasi bisa dilihat melalui aplikasi digital.
Ade menambahkan, setelah titik evakuasi terdata, BPBD akan melakukan pelatihan simulasi evakuasi di tingkat RW minimal satu kali setahun. Selain itu, sosialisasi kesiapsiagaan bencana juga dilakukan di desa-desa, sekolah, dan melalui pelatihan relawan.
“Dengan Project Starlight dan berbagai sosialisasi yang dilakukan, masyarakat diharapkan siap menghadapi gempa Sesar Citarik,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post