BogorOne.co.id | Jakarta – Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka. Ulama, filsuf dan sastrawan Indonesia, ternyata pernah membahas hal yang berkaitan dengan rasa gengsi karena tidak merasa dirinya kaya.
Hal tersebut dibahas dalam buku karangan beliau yang berjudul Falsafah Hidup, sifat gengsi itulah yang akhirnya membuat keuangan seseorang menjadi berantakan.
“Ada orang yang malu karena perkakas rumahnya tidak sebanyak perkakas rumah orang yang tinggal di sebelah rumahnya. Lalu ditambahnya perkakas rumahnya dengan berhutang dan kebetulan membuat hutang itu sangat mudahnya. Apalagi saudagar-saudagar yang cerdik, asal barangnya laku, janji dipermudahnya, bujuk rayunya lebih panjang daripada jalan raya. Kelak apabila hutang terlambat membayar, dia datang, besok dia datang, lusa dia datang. Kadang-kadang sengaja diperlihatkannya kepada orang lain, mulutnya keras, kita terpaksa lunak. Orang sebelah menyebelahpun tahu. Manakah yang lebih besar malu disesakkan orang hutang, dari pada malu karena kekurangan perabot rumah tangga.”
Demikian yang ditulis Buya Hamka dalam buku berjudul Falsafah Hidup dan nasihat ini tentu senada dengan kata mutiara dari politisi Kanada Norm Kelly.
Tulisan Kelly seringkali dipopulerkan dalam konten-konten perencanaan keuangan. Kelly mengatakan bahwa jangan sampai jatuh miskin agar terlihat layaknya orang kaya.
Kaya harta dengan terlihat kaya tentu merupakan hal yang berbeda. Setiap orang, bisa terlihat kaya di mata orang lain, meski dirinya bukanlah orang kaya sesungguhnya.
Dalam buku Falsafah Hidup, Buya Hamka pun memberikan tips agar kita tidak terjebak utang konsumtif yang akhirnya bisa merusak kondisi keuangan.(Ir-v)





























Discussion about this post