“Sebagai manusia biasa akhirnya kadang cubitan cubitan, tapi kalo di politisir kan artinya di tanggapi dengan sesuatu yang besar ya akhirnya besar,” ucapnya.
Dijelaskannya, karena kerawanan, maka bagaimana caranya teknik teknik yang lain bisa disampaikan dan yang penting kedisiplinan bisa di tegakan.
“Intinya itu terjadi dan siswa tersebut sudah saya panggil sudah lakukan pendekatan dan permohonan maaf, ini khilaf,” jelasnya.
Lanjut dia, apapun bentuknya dia mengakui salah tetapi setelah itu dirinya memanggil siswa tersebut. “Kita minta maaf, kita intinya minta maaf jangan sampai ini terulang. Kita sama sama perbaiki sistem, saya minta maaf. Tetapi karena, itu salah saya akui tapi karena situasional,” katanya.
Masih kata dia, tetapi memang kadang lontaran anak itu sedikit meledek, karena ledekan sehingga menyulut emosi dan tidak terkendalikan. “Gimana sih kalo di ledek rasanya, engga enak omongannya, kadang kadang bisa dong emosi,” katanya.























Discussion about this post