BogorOne.co.id | Kota Bogor – Menyikapi banyaknya terjadi kasus tawuran, Rijalul Ghad – Ummahatul Ghad (RG-UG) Pesantren Persis 112 Bogor bangun sinergi dengan Polresta Kota Bogor untuk berperan aktif menanggulangi kenakalan remaja.
Ketua RG-UG Mochammad Rafa Rabbani mengatakan, sebagai langkah awal membangun kolaborasi tersebut, pihaknya melakukan kunjungan ke Polresta Bogor Kota dan diterima Kasat Intelkam.
“Kami, dari RG-UG sudah memperkenalkan diri dan siap membangun kolaborasi dengan pihak kepolisian untuk menanggulangi kenakalan remaja yang semakin meresahkan,” ungkapnya.
Menurut dia, dalam menyambut bulan suci Ramadhan pihaknya juga melakukan kegiatan seminar pendidikan tentang penanggulangan kenakalan remaja.
Dia mengaku, bahwa Kasat Intelkam memberikan dukungan penuh terhadap seminar tersebut dengan menyajikan berbagai permasalahan yang perlu diselesaikan mengenai kasus-kasus yang berkaitan dengan kenakalan remaja.
Sementara salah santri kelas 12 Pesantren PERSIS 112 Adha Putri mengaku, dalam penanggulangan kenakalan remaja, pihaknya telah aktif berkontribusi nyata dengan membuat essai yang berjudul “Juvenile Delinquency ATHG terhadap Integrasi Nasional”.
“Respons positif ini semakin memotivasi RG-UG untuk terus berkontribusi dalam menanggulangi kenakalan remaja,” jelas adha.
Menurut dia, dengan kerjasama yang solid antara RG-UG, DPRD Kota Bogor, dan Polresta Kota Bogor, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menanggulangi kenakalan remaja dan memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Bogor secara keseluruhan.
Ditempat yang sama, Kasat Intelkam Polresta Kota Bogor Rezki mengaku, bahwa pihaknya memiliki program-program penanggulangan dan pencegahan kenakalan remaja yakni SKCK Go to School yang bertujuan untuk menangani masalah tawuran, bullyin dan lain-lain.
“Kalau kita tuh ada program skck go to school, temen temen yang biasa tawuran, temen-temen yang udah pernah tawuran, temen-temen yang udah ditahan masuk ke program kita satu bulan,” jelas Kasat Intelkam. (*)

























Discussion about this post