Masih kata MA, dirinya di tendang pas bagian lengan atas, tetapi dia melindungi diri, takutnya ke dada. “Keadaannya saya sedang duduk, beres di tendang saya langsung di suruh push up,” sambungnya.
Dengan adanya peristiwa itu, orang tua M.A tidak terima dengan perlakuan kekerasan sang guru kepada anak nya MA.
“Saya sebagai orang tuanya nya tidak terima, saya engga bisa ngebayangin sakitnya anak saya dan malu nya anak saya. Anak saya di tendangin itu di depan teman tamannya,” ucapnya.
“Dari hari Jumat saya sudah tahan tahan, dia gampang aja minta maaf, hati saya engga bisa lupa dengan kejadian ini. Anak saya engga nakal engga apa, cuma karena pertanyannya seperti itu masa anak saya di tendang tendang,” tambah dia.
Sementara itu oknum guru TR menuturkan, bahwa memang tenaga pendidik harus menghindarkan itu sebisa mungkin. Namun kadang kadang situasional kondisi lapangan.


























Discussion about this post