27.2 C
Bogor
Senin, 30 November 2020

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

Must read

Proyek Mandek, Asosiasi Kontruksi Geram

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Para pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Kadin, Gapensi dan 18 asosiasi lainnya di Kota Bogor, mempertanyakan berbagai kegiatan paket...

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada...

Bima Sidak Tiga Titik “Red Zone”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah menaikan status Kota Bogor menjadi zona merah atau beresiko tinggi dalam penularan covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya...

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim)...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) sebesar 20 persen sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Pertamanan, PJU dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumkim Kota Bogor, Feby Darmawan.

Menurutnya masih jauhnya capaian RTH, karena minimnya lahan milik pemerintah dan harga tanah yang selangit.

“Keberadaan fasos fasum di Kota Bogor juga masih banyak yang belum diserahkan oleh pihak pengembang perumahan kepada Pemkot Bogor,” ujar Feby kemarin.

Menurut dia, dalam setahun pemerintah hanya mendapat satu bidang fasos fasum dalam setahun. “Proses penyerahannya lama, kemudian banyak juga pengembang yang belum menyerahkan fasos fasum ke pemkot,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD, Achmad Rifki Alaydrus menyatakan, Disperumkim harus mampu meningkatkan fasos fasum, dengan memastikan developer mana saja yang belum menyerahkannya. “Bila tak dilakukan segera, sulit bisa mencapai target 20 persen,” tuturnya.

Rifky juga meminta pemerintah segera merapihkan aset dengan cara mensertifikasinya. “Pengembang perumahan juga mesti memenuhi kewajiban menyerahkan fasos fasum, jangan seenaknya main bangun saja,” tukasnya. (SP)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Proyek Mandek, Asosiasi Kontruksi Geram

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Para pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Kadin, Gapensi dan 18 asosiasi lainnya di Kota Bogor, mempertanyakan berbagai kegiatan paket...

Busyet! Sehari 30 Orang Terpapar Corona

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah ditetapkan zona merah, penambahan kasus positif covid-19 di kota hujan terus meningkat, Senin 31 Agustus 2020 tercatan ada...

Bima Sidak Tiga Titik “Red Zone”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Setelah menaikan status Kota Bogor menjadi zona merah atau beresiko tinggi dalam penularan covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya...

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim)...

Pemkot – DPRD Sepakat Cabut Tujuh Perda

BogorOne.co.id - Kota Bogor - Dinilai kurang efektif kaitannya dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, tujuh Peraturan Daerah (Perda) produk Kota...