20.8 C
Bogor
Selasa, 27 Juli 2021

Capaian RTH Minim, Pemkot Diminta Bekerja

Must read

Bersinergi! SBI Gelar Vaksinasi Bagi Warga Klapanunggal

BogorOne.co.id | Bogor - Dalam rangka membantu percepatan program vaksinasi di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkolaborasi dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI)...

Ketua Kadin Kota Bogor Terkonfirmasi Positif Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kabar mengejutkan datang dari Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Bogor Almer Faiq Rusydi, yang diketahui terpapar virus Covid-19...

Gedung DPRD Dijadikan Centra Vaksinasi Bagi Warga Tansa

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemberian vaksin kepada masyarakat yang diinisiasi Polresta Bogor Kota terus digalakan. Saat ini, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Kebijakan PPKM Level 4 Bikin Usaha Hotel dan Restoran Makin Terpuruk

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 membuat seluruh sektor usaha menjerit, tak terkecuali untuk sektor hotel dan...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Capaian Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bogor baru mencapai 4,18 persen dari target Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) sebesar 20 persen sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Hal itu diungkapkan, Kepala Bidang Pertamanan, PJU dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumkim Kota Bogor, Feby Darmawan.

Menurutnya masih jauhnya capaian RTH, karena minimnya lahan milik pemerintah dan harga tanah yang selangit.

“Keberadaan fasos fasum di Kota Bogor juga masih banyak yang belum diserahkan oleh pihak pengembang perumahan kepada Pemkot Bogor,” ujar Feby kemarin.

Menurut dia, dalam setahun pemerintah hanya mendapat satu bidang fasos fasum dalam setahun. “Proses penyerahannya lama, kemudian banyak juga pengembang yang belum menyerahkan fasos fasum ke pemkot,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD, Achmad Rifki Alaydrus menyatakan, Disperumkim harus mampu meningkatkan fasos fasum, dengan memastikan developer mana saja yang belum menyerahkannya. “Bila tak dilakukan segera, sulit bisa mencapai target 20 persen,” tuturnya.

Rifky juga meminta pemerintah segera merapihkan aset dengan cara mensertifikasinya. “Pengembang perumahan juga mesti memenuhi kewajiban menyerahkan fasos fasum, jangan seenaknya main bangun saja,” tukasnya. (SP)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Bersinergi! SBI Gelar Vaksinasi Bagi Warga Klapanunggal

BogorOne.co.id | Bogor - Dalam rangka membantu percepatan program vaksinasi di Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkolaborasi dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI)...

Ketua Kadin Kota Bogor Terkonfirmasi Positif Covid-19

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kabar mengejutkan datang dari Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Bogor Almer Faiq Rusydi, yang diketahui terpapar virus Covid-19...

Gedung DPRD Dijadikan Centra Vaksinasi Bagi Warga Tansa

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Pemberian vaksin kepada masyarakat yang diinisiasi Polresta Bogor Kota terus digalakan. Saat ini, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Kebijakan PPKM Level 4 Bikin Usaha Hotel dan Restoran Makin Terpuruk

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 membuat seluruh sektor usaha menjerit, tak terkecuali untuk sektor hotel dan...

Peringati HAN, Orsap PPP dan PSS Berbagi 100 Paket Snack

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Peringati Hari Anak Nasional HAN), Perhimpunan Sadulur Salembur (PSS) gandeng organisasi sayap (Orsap) PPP, membagikan 100 paket sembako dan...