• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Juni 3, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Cawabup Jaro Ade : Pemerintah Harus Evaluasi Sistem Pengolahan Sampah di TPA Galuga

Redaksi by Redaksi
17 November 2024
in BOGOR RAYA, POLITIK
0
Cawabup Jaro Ade : Pemerintah Harus Evaluasi Sistem Pengolahan Sampah di TPA Galuga
338
SHARES
380
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Desa Galuga. Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sudah ada sejak 2011 lalu, TPA ini memiliki luas mencapai 31,8 hektar. Pemanfaatan TPA Galuga ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,

“Data yang saya tahu kalau tidak salah, Pemkot Bogor membuang sampah setiap harinya sekitar 1,650 m3 dan disetiap harinya hampir 97 truk . Sedangkan, Pemkab Bogor itu menghasilkan sampah sebanyak 700-800 m3. Totalnya, jumlah sampah yang di buang ke TPA Galuga sebanyak 2,450 m3,” ujar calon wakil bupati Bogor, Jaro Ade saat berknjung ke TPA Galuga, Sabtu 16 November 2024.

Tentunya, masyarakat Desa Galuga yang merasakan langsung kerugian dengan adanya tempat pembuangan sampah akhir ini, karena dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan baik di udara, air maupun tanah.

“Perlu adanya sarana penunjang seperti fasilitas kesehatan, sarana air bersih dan tempat beribadah bagi masyarakat khusunya mereka yang mencari nafkah dari tumpkan sampah TPA Galuga ini,” tutur Jaro Ade.

BERITA LAINNYA

PWI Gandeng IPB Buka Akses Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan

PWI Gandeng IPB Buka Akses Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan

3 Juni 2026
Sistem Penerimaan Murid Baru

Cibinong hingga Cigudeg Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Baru

2 Juni 2026
Turnamen Voli

Turnamen Voli HJB ke-544 Dorong Promosi Wisata Bogor Barat

2 Juni 2026
sunatan massal

Sunatan Massal HJB Kota Bogor Sasar 544 Anak di 25 Puskesmas

2 Juni 2026

Sdah menjadi rahasia umum jika keberadaan TPA Galuga kerap terjadi konflik antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat keberatan adanya penetapan pembuangan sampah Ini karena masyarakat terganggu dengan bau sampah yang menjadi penyakit saluran pernapasan.

“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan karena itu sangat merugikan masyarakat sekitar Galuga. Pemerintah harus mengevalusi pengolahan sampah agar sampah yang dibuang ke TPA dapat mengurangi kerugian bagi masyarakat,” katanya.

Harusnya, lanjut Jaro Ade, selain adanya kerugian pada masyarakat sekitar, TPA Galuga juga harus memberikan manfaat yaitu dapat membuka lapang kerja dan mengurangi pengangguran.

Hasil perhitungan menggunakan metode cost of illness dan replacement cost menunjukkan bahwa penurunan kualitas lingkungan untuk biaya kesehatan sebesar Rp 15.019.248.000,00 per tahun, sedangkan biaya pengganti air minum sebesar Rp 1.230.828.000,00 per tahun.

“Total nilai penurunan kualitas lingkungan adalah sebesar Rp 16.250.076.000,00 per tahun. Nilai ini merupakan biaya kerugian yang dirasakan masyarakat dalam waktu satu tahun terakhir. Adapun Faktor penurunan kualitas lingkungan tidak berpengaruh terhadap harga lahan,” tutr Jaro Ade mengutip dari metode cost of illness dan replacement cost.

Sedangkan untuk evaluasi kualitas lingkungan sekitar TPA Galuga dilakukan dengan sampling tanah serta badan air sebelum dan setelah di mana TPA Galuga beroperasi.

“Selain sampling yang ditujukan untuk evaluasi kinerja IPAL dan mutu lingkungan sekitar TPA Galuga juga dilakukan pemeriksaan karakteristik sampah yang terdapat pada Tempat pembuangan sampah akhir,” paparnya.

Pemeriksaan karakteristik sampah bertujuan mengenali tipikal komposisi sampah domestik yang masuk ke TPA Galuga, seperti berapa bagian sampah yang merupakan bahan organik, kertas dan kayu.

Pada sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, dan kaleng. Jika terdapat logo daur ulang pada kemasan, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang.

“Jika sampah-sampah anorganik tersebut dapat didaur ulang maka dapat diberikan kepada pemulung agar sampah sampan tersubut menjadi manfaat,” uangkapnya.

Disetiap tahunnya, timbulan sampah semakin meningkat. Pada tahun 2010 timbulan sampah perharinya sebanyak 500kg dan menikat lagi pada tahun 2020 sebanyak 700-800kg . Hal ini yang menyebabkan pemerintahan kota membuat program baru yaitu zona inkubator kawasan TPA galuga.

“Perlu membuat program pengolahan sampah dengan melibatkan masyarakat dengan cara kegiatan lomba kebersihan, adanya TPS 3R dan Bank Sampah. oleh karena itu dengan adanya kegiatan tersebut dapat mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Galuga,” pintanya.

Pemerintahan Pemkot Bogor sudah menerapkan program pengolahan yaitu mengurangi bobot sampah yang ditimbun pengelola TPA Galuga memiliki fasilitas pengomposan open windrow yang dilengkapi dengan peralatan ayak.

“Fasilitas pengomposan tersebut mampu menghasilkan kompos sekitar 20 ton per hari. Hanya saja untuk setiap satu batch proses pengomposan memerlukan waktu sekitar 1.5 –2 bulan sehingga fasilitas pengomposan TPA Galuga tidak menyumbang banyak terhadap pengurangan volume sampah yang dihamparkan pada areal TPA Galuga,” ucapnya.

Pengurangan cukup berarti justru disumbang oleh para pemulung yang melakukan kegiatan pemilahan di TPA Galuga. Pada saat ini diperkirakan terdapat 1200 orang pemulung yang melakukan kegiatan pemilahan.

Dari sekitar 1.100ton per hari sampah yang masuk ke TPA Galuga sekitar 250 –300 ton per hari sampah yang berupa plastik maupun kertas dapat disisihkan oleh pemulung yang mana hasil pemilahan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya.

“Pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan, dengan pengelolaan sampah rumahan. Namun mirisnya, masyarakat Galga yang bekerja pemiliahan samapah di TPA hanya berpenghasilan Rp 50.000 perhari,” kata Jaro Ade.

Lebih mirisnya lagi, banyak anak usia sekolah yang juga ikut bekerja dalam pemilahan sampah di TPA Galuga, ini terkesan seperti ekploitasi anak, padahal anak-anak tersebut harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar bukan menjadi pekerja yang sangat tidak layak di TPA Galuga dengan penghasilan minim.

“Saya menemukan salah satu anak putus sekolah SD bekerja jadi pemulung di TPA Galuga dengan penghasilan yang minim. Saya tidak ingin ini terjadi pada anak-anak Kabupaten Bogor, saya meminta kepada anggota Dewan agar anak tersebut kembali bersekolah,” pinta Jaro Ade.

Dia menambahkan, kedepan Pemkab Bogor harus memiliki program mengenai pengelolaan sampah yang lebih canggih dan moder untuk mendaur ulang sampah hingga memiliki nilai ekonomi.

“Sehingga, sampah bukan lagi momok menakutkan bagi lingkungan, namun memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tags: Cawabup BogorJaro AdeKerugian MasyarakatLingkunganPilbup BogorSampahTPA Galuga

Related Posts

PWI Gandeng IPB Buka Akses Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan
BOGOR RAYA

PWI Gandeng IPB Buka Akses Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan

3 Juni 2026
Sistem Penerimaan Murid Baru
BOGOR RAYA

Cibinong hingga Cigudeg Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Baru

2 Juni 2026
Turnamen Voli
BOGOR RAYA

Turnamen Voli HJB ke-544 Dorong Promosi Wisata Bogor Barat

2 Juni 2026
sunatan massal
BOGOR RAYA

Sunatan Massal HJB Kota Bogor Sasar 544 Anak di 25 Puskesmas

2 Juni 2026
drainase
BOGOR RAYA

Perbaikan Drainase Jalan Dadali Bogor Dilanjutkan, Pedagang Terdampak Disiapkan Relokasi

2 Juni 2026
Gowes hingga napak tilas
BOGOR RAYA

Gowes hingga Napak Tilas Warnai HJB ke-544 di Malasari

2 Juni 2026
Next Post
Cabup Bogor Rudy Susmanto Sumbang Mobil Ambulans Untuk Warga Kelurahan Pabuaran Mekar

Cabup Bogor Rudy Susmanto Sumbang Mobil Ambulans Untuk Warga Kelurahan Pabuaran Mekar

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Monyet Liar

Sempat Resahkan Warga, Monyet Liar di Tanah Baru Dievakuasi

23 April 2026
DPRD Minta Ada Pemerataan Pembangunan Infrastruktur

DPRD Minta Ada Pemerataan Pembangunan Infrastruktur

25 Juni 2021
Rutilahu

Rutilahu Jadi Prioritas, Pemkab Bogor Genjot Percepatan Perbaikan 14 Ribu Rumah

26 September 2025
ASN Dilarang Terima Parsel dan Mudik Pakai Mobil Dinas, Ingat!

ASN Dilarang Terima Parsel dan Mudik Pakai Mobil Dinas, Ingat!

14 April 2023

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In