BogorOne.co.id | Kota Bogor – Keterbatasan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Bogor kembali mencuat menjelang tahun ajaran baru. Dinas Pendidikan setempat menyiapkan sejumlah langkah untuk menutup kesenjangan antara jumlah lulusan sekolah dasar dan kapasitas sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat untuk mengajukan penambahan daya tampung.
“Kalau melihat tahun lalu, dari sekitar 18 ribu lulusan SD, yang bisa tertampung di SMP negeri itu hanya sekitar sepertiganya,” kata Herry, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut dia, ketimpangan tersebut berpotensi memicu persoalan akses pendidikan jika tidak segera diantisipasi. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah jangka pendek dengan menggandeng sejumlah sekolah swasta.
Disdik, kata Herry, telah bekerja sama dengan beberapa sekolah swasta yang dinilai memiliki mutu baik untuk menampung siswa yang tidak diterima di SMP negeri. Kerja sama itu disertai skema bantuan biaya pendidikan.
“Kami siapkan beasiswa agar tidak terjadi peningkatan angka putus sekolah,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga merancang langkah jangka menengah dan panjang, antara lain melalui pembangunan unit sekolah baru serta penambahan ruang kelas di sekolah yang sudah ada. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung secara bertahap.
Herry menegaskan, pengembangan kapasitas sekolah tetap mengacu pada standar ideal jumlah siswa per kelas.
“Idealnya satu kelas maksimal 32 siswa agar proses pembelajaran tetap efektif,” kata dia.
Melalui kombinasi langkah jangka pendek dan panjang itu, Dinas Pendidikan Kota Bogor menargetkan seluruh lulusan SD tetap memiliki akses melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post