BogorOne.co.id | Sleman – Matheus Fornazari langsung mencuri perhatian dalam laga debutnya bersama PSS Sleman. Pemain anyar asal Brasil itu mencetak gol pada menit ke-90+3 untuk membawa Super Elja menang 1-0 atas Kendal Tornado FC dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan PSS setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang waktu normal. Fornazari yang dimainkan pada babak kedua mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan pelatih Pieter Huistra untuk menjadi pembeda pada menit-menit terakhir pertandingan.
Kemenangan itu sekaligus menjadi sinyal awal dari rekrutan baru PSS dalam persiapan menghadapi Super League 2026/2027. Huistra memang menggunakan laga melawan Kendal Tornado FC untuk melihat kemampuan sejumlah pemain anyar yang baru bergabung dengan tim.
Selain Fornazari, penjaga gawang Caracoci Pedro, gelandang bertahan Moussa Bagayoko, dan Tanaka Hiromu juga mendapat kesempatan tampil. Huistra membagi komposisi pemain dalam dua babak dengan memberikan waktu bermain masing-masing selama 45 menit.
Bagi Fornazari, kesempatan tersebut berakhir lebih manis. Masuk pada babak kedua, pemain asal Brasil itu justru mencetak gol yang memastikan PSS keluar sebagai pemenang.
Meski demikian, Huistra tidak ingin terburu-buru memberikan penilaian hanya berdasarkan satu pertandingan. Menurut dia, para pemain baru masih membutuhkan waktu untuk memahami karakter sepak bola Indonesia sekaligus menyesuaikan diri dengan sistem permainan PSS.
“Semua berjalan baik dari permulaan ini, serta sudah mendapat pandangan mengenai pemain baru pada pertandingan ini. Mereka harus menyesuaikan diri dengan sepak bola Indonesia. Terlepas dari hal itu, mereka memiliki kualitas yang baik, termasuk pemain lainnya,” kata Huistra.
Huistra mengatakan laga tersebut memberikan gambaran awal mengenai kualitas pemain yang baru didatangkan PSS. Selain kemampuan individu, ia juga ingin melihat bagaimana para pemain beradaptasi ketika menghadapi situasi pertandingan sebenarnya.
Pelatih asal Belanda itu juga menilai kemenangan bukan satu-satunya ukuran dari uji coba tersebut. Kesempatan bermain selama 45 menit penting untuk membangun kesiapan pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Saya pikir semua terorganisir dengan baik jalannya pertandingan pada malam ini dengan dukungan langsung suporter yang datang di stadion. Jadi ini menjadi pertandingan perdana yang bagus bagi para pemain yang merasakan bermain selama 45 menit,” ujar Huistra.
Dukungan suporter yang memenuhi Stadion Maguwoharjo turut membuat pertandingan menjadi pengalaman penting bagi para pemain baru PSS. Atmosfer tersebut memberi mereka kesempatan merasakan tekanan dan karakter pertandingan di hadapan pendukung Super Elja.
Gol Fornazari pada penghujung laga akhirnya menjadi penutup yang ideal bagi PSS. Namun, penampilan pemain asal Brasil itu baru menjadi awal dari proses panjang untuk membuktikan diri sebagai bagian penting dari skuad PSS pada Super League 2026/2027.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post