BogorOne.co.id I Cibinong – Ngotonya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menggelontorkan uang untuk pembelian lahan guna mewujudkan pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Citeureup mengundang segudang pertanyaan.
Sebab, setelah gagal dari rencana awal untuk membeli lahan seluas 7.000 meter persegi di bawah kolong sutet di Desa Leuwinutug, karena menuai kritikan, Disdik tetap menggelontorkan uang Rp17,5 miliar untuk membeli lahan di lokasi berbeda.
Hal itu diungkapkan salah seorang warga Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup Idris Santoso. Menurut dia, lahan yang dibeli Disdik untuk pembangunan gedung SMPN 4 Citeureup berpindah ke Kampung Jelok Setu, Desa Leuwinutug.
Idris menduga adanya kongkalingkong dalam rencana pembelian lahan tersebut, sebab jika dilihat dari NJOP harga tanah di Jelok Setu Rp335.000 permeter persegi.
Dia berpendapat, seandainya harga pasaran tanah di Jelok Seto Rp 750.000, jika dikalikan 7.000 meter persegi maka totalnya sebesar Rp 5.250.000.000. “Tapi kenapa Disdik menganggarkan hingga Rp 17,5 miliar,” tanya dia.
Dia juga mempertanyakan, kenapa Disdik begitu ‘ngotot’ untuk membeli lahan di Desa Leuwinutug yang harus mengocek dana begitu besar, padahal di Desa Sukahati sudah disiapkan lahan gratis yang cukup untuk membangun gedung sekolah yang dibutuhkan.

“Kenapa Disdik ngotot banget untuk beli lahan di Desa Leuwinutug, sementara Desa Suakahati disediakan lahan gratis,” ungkapnya.
Idris berkesan, agar Kepala Disdik Kabupaten Bogor tidak salah mengambil keputusan, mengingat uang rakyat Rp 17,5 itu bukan angka kecil dan tentunya menjadi sorotan semua pihak termasuk penegak hukum.
“Ingat pak Kadis Dik, semua unsur semua element masyarakat Kabupaten Bogor termasuk para penegak hukum memantau persoalan ini,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menargetkan tim appraisal selesai menentukan harga lahan SMPN 4 Citeureup di Desa Leuwinutug hingga Oktober 2023 mendatang.
“Kita sudah siapkan anggarannya. Jadi, lahan untuk gedung SMPN 4 Citeureup sekarang sedang menghitung oleh aprisial nilai jualnya. Di bulan Oktober ini maksimal udah pembebasan,” ujar Kadisdik dikutip dari BogorToday.
Selain itu, pihaknya juga telah membuat Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan SMPN 04 Citeureup yang akan dilakukan pada APBD 2024 mendatang. (Fry)
























Discussion about this post