BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Satu keluarga di Kampung Cikadu, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi tempe goreng. Akibat kejadian tersebut, delapan orang dilarikan ke Puskesmas Leuwisadeng untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Leuwisadeng, Farida Indriawati, mengatakan bahwa para korban mengalami gejala mual, muntah, diare, dan badan lemas usai mengonsumsi makanan yang diduga tempe goreng.
“(Mereka) datang ke Puskesmas, ada delapan orang diare, muntah-muntah, keracunan makanan,” ujar Farida dalam keterangannya, Rabu (11/6/2025).
Dari delapan korban, satu orang diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil. Enam lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Leuwisadeng, sedangkan satu korban dirujuk ke RSUD Leuwiliang karena memerlukan penanganan lebih lanjut.
Farida menjelaskan, para korban terdiri dari campuran usia dan jenis kelamin. “(Korbannya) campur, ada anak-anak, dewasa juga ada karena mereka satu keluarga. Semuanya empat laki-laki, dan empat perempuan,” katanya.
Pihak Puskesmas saat ini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan yang dikonsumsi para korban. Tempe goreng yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium.
“Kemungkinan dari makanan, kalau kata tim surveilans saya, dari tempe. Tapi kita belum bisa memastikan karena itu harus diperiksa di laboratorium. Cuma kemungkinan aja (dari tempe), tapi itu sampelnya sudah kita ambil,” pungkas Farida.
Reporter : Yudi. S
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post