BogorOne.co.id – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) diperingati setiap tanggal 8 Maret. Hal ini untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan.
Dikutip dari situs UN Woman, tema Hari Perempuan Internasional 2023 adalah “DigitALL: Innovation and technology for gender equality” atau “DigitALL: Inovasi dan teknologi untuk kesetaraan gender”.
Aktivitas hak perempuan Clara Zetkin mengajukan sebuah gagasan untuk menetapkan Hari Perempuan Internasional pada tahun 1910. Dia menyarankan setiap negara merayakan satu hari dalam setahun untuk mendukung aksi tuntutan perempuan.
Gagasan itu disetujui Konferensi perempuan dari 17 negara yang beranggotakan total 100 perempuan. Sehingga disepakati 19 Maret 1911 sebagai perayaan pertama Hari Perempuan Internasional di Austria, Jerman, Denmark dan Swiss.
Di era Perang Dunia II, 8 maret digunakan seluruh dunia sebagai momentum advokasi kesetaraan gender. Tanggal 8 Maret kemudian diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1975.
Lalu pada 2011, mantan Presiden AS Barack Obama menetapkan Maret sebagai bulan sejarah perempuan.
Di masa sekarang, gagasan dan konsep tentang kesetaraan gender bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan.
Kini, perempuan memiliki kesempatan untuk berada di pemerintahan, kesetaraan yang lebih besar dalam hak-hak legislatif dan apresiasi, terhadap pencapaian mereka di berbagai bidang.
Walaupun masih terdapat sejumlah permasalahan perempuan yang belum terpecahkan. Seperti masih adanya ketidaksetaraan upah antara perempuan dan laki-laki atau juga kasus-kasus kekerasan yang lebih dominan dialami perempuan.
Namun demikian perbaikan dan perubahan besar telah dilakukan. Perempuan kini bisa menjadi astronot, perdana menteri, hingga memperoleh pendidikan tinggi.
Perempuan juga bebas untuk bekerja dan memiliki keluarga. Serta memiliki kebebasan untuk memilih tujuan hidupnya. (Ir-v)
























Discussion about this post