BogorOne.co.id — Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Bogor menyelenggarakan Seminar Series bertajuk “Tembus Ekspor, Raih Pasar Dunia”.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Kantor Bea Cukai Bogor, pada Selasa 23 Juni 2026.
Seminar ini digelar untuk meningkatkan kapasitas serta memberikan pemahaman komprehensif bagi pelaku usaha lokal mengenai mekanisme perdagangan internasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari wilayah kerja Bea Cukai Bogor yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari produk olahan makanan, kerajinan tangan, hingga industri kreatif potensial lainnya.
Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Chotibul Umam, saat membuka acara menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen instansinya dalam menjalankan fungsi sebagai fasilitator perdagangan (trade facilitator) sekaligus asistensi industri (industrial assistance).
“Kami memberikan edukasi serta pendampingan langsung agar pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang ekspor secara optimal. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem ekspor daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di kancah internasional,” ujar Chotibul Umam.
Kupas Tuntas Regulasi hingga Praktik Teknis
Untuk memberikan pembekalan yang menyeluruh, seminar ini dibagi menjadi empat sesi utama yang diisi oleh para ahli di bidang kepabeanan dan perdagangan internasional:
-
Sesi 1: Prosedur Dasar & Dokumen PEB Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bogor, Jumiah, memaparkan secara gamblang terkait prosedur dasar ekspor dan kepabeanan demi kelancaran aspek legalitas. Paparan dilanjutkan oleh Resha Fahlepi (Pelaksana Seksi Pengolahan Data dan Administrasi Dokumen) yang memberikan pelatihan teknis pengisian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) secara akurat guna meminimalisasi risiko penolakan barang di pelabuhan muat.
-
Sesi 2: Digitalisasi Sistem Ekspor Pelaksana Seksi Efisiensi Proses Bisnis Fasilitas Lainnya pada Lembaga National Single Window (LNSW), Enrico Johanes Lumban Toruan, mengupas pemanfaatan sistem layanan digital terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan, efisiensi waktu, serta transparansi dokumen perizinan ekspor nasional.
-
Sesi 3: Strategi Kurasi dan Mutu Produk Nur Hidayat selaku Fasilitator Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) menguraikan langkah strategis pra-ekspor. Poin utama yang ditekankan meliputi pentingnya kurasi produk, riset mendalam terhadap pasar negara tujuan, serta pemenuhan standar mutu internasional demi keberlanjutan bisnis.
-
Sesi 4: Berbagi Kisah Sukses (Success Story) Acara ditutup dengan sesi inspiratif dari Direktur Utama PT Azaki Food International, Cucup Ruhiyat. Sebagai pelaku usaha yang sukses menembus pasar global, Cucup membagikan pengalamannya dalam menghadapi tantangan logistik, adaptasi kemasan, hingga trik membangun kepercayaan jangka panjang dengan pembeli (buyer) internasional.
Oase Informasi bagi Pelaku Usaha Lokal
Antusiasme tinggi terlihat di sepanjang acara, terutama saat sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta, Lenna, pelaku UMKM asal Kota Bogor, mengaku mendapat banyak masukan berharga dari rangkaian materi yang disajikan.
“Saya merasa sangat tercerahkan. Ini membuka wawasan saya bahwa ekspor ternyata sangat bisa dilakukan oleh pelaku UMKM seperti kami, asalkan kita mau memahami prosedur, regulasi, dan strategi tepatnya,” ungkap Lenna optimis.
Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan, Bea Cukai Bogor berharap semakin banyak komoditas lokal yang mampu ‘naik kelas’. Langkah taktis ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pasar produk Indonesia di tingkat global, tetapi juga memberikan dampak simultan pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post