BogorOne.co.id | Kota Bogor – Setelah dua tahun tak buahkan hasil, kini Polresta Bogor Kota kembali garap kasus penusukan siswi SMK Baranangsiang Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18).
Langkah tersebut dilakukan setelah mendapat desakan dari komunitas Help Noven Bogor.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Doni Erwanto mengaku membuka kembali hasil penyelidikan yang sudah dilakukan tiga kasat Reskrim sebelum ia menjabat.
“Kami mendalami kembali, karena kan saya juga baru menjabat sebagai kasat Reskrim sehingga kami baru kembali mendalami. Terutama hasil penyidikan yang sudah dilakukan,” ungkap Doni, Senin (22/03/21).
Dia mengaku, pihaknya harus menggali kembali para saksi, karena harus mendalami semuanya. Namun dia enggan menjawab saat ditanya terkait metode yang akan digunaka untuk mengungkap siapa pembunuh siswi SMK Baranangsiang itu.
“Kami masih berupaya terkait dengan terkait hasil yang sudah proses penyidikan yang dilakukan. Kami dalami secara keseluruhan,” terangnya.
Doni juga belum ada gambaran, soal dugaan pelaku yang terekam di CCTV dua tahun lalu. “Dugaan pelaku? Sementara belum ada. Yang penting masih kami dalami kembali,” tuturnya.
Sebelumnya, Komunitas Help Noven meminta Polresta Bogor Kota segera mengungkap kasus Noven, sehingga tertangkapnya Rian (21), pelaku pembunuhan berantai yang ditangkap Polresta Bogor Kota enggan diapresiasi komunitas ini.
Juru bicara Help Noven Gregorius B.Djako mengungkapan, penangkapan Rian pembunuh berantai bukan prestasi yang harus dibanggakan berlebihan oleh Polresta Bogor Kota.
“Karena toh sampai saat ini Polresta Bogor Kota dinilai gagal total mengungkap pelaku penikaman Noven pelajar SMK Maria Fatima Baranangsiang Kota Bogor,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan, bahwa kasus Rian saja minim bukti petunjuk Polresta Bogor dapat mengungkapnya dan melakukan penangkapan dengan cepat.
“Kok kasus Noven yang terang benderang CCTV nya Polresta seperti gagal total ada apa ini,” ungkap Greg
beberapa belum lama ini.
Menurut Greg, kasus Noven sebenarnya sangat bisa diungkap karena bukti petunjuk jelas CCTV resolusi tinggi dan pelaku pembunuhan biasanya kenal korban oleh karena itu yang dibutuhkan saat ini adalah keseriusan Polresta. “Jangan-jangan kasusnya sudah peti es oleh Polresta,” terangnya.
Greg membeberkan, ada istilah dalam dunia kriminal every murderer is probably somebodys old friend. Jadi, Setiap pembunuh bisa jadi adalah kawan lama seseorang.
Menurut dia, seharusnya polisi lebih jeli karena mereka terlatih untuk itu. “Aneh saja sudah ganti Kapolres dua kali dan Kasatreskrim beberapa kali, kasus Noven tidak kunjung diungkap,” jelasnya.
Seperti diketahui, Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18), seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bogor, Jawa Barat, menjadi korban penusukan pada Selasa (8/1/2019) silam.
Gadis yang berstatus pelajar kelas XII di SMK Baranangsiang, Kota Bogor, itu ditusuk di sebuah gang, sekitar Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. (Fry)






























Discussion about this post