BogorOne.co.id | Sumedang – Empat pekerja tewas tertimbun longsor tebing saat pembangunan lapangan futsal di RT 1 RW 1, Dusun Wates, Desa Cisampur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 2 Januari 2026. Dua pekerja lainnya selamat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Unpad Jatinangor.
Longsor terjadi sekitar pukul 14.36 WIB ketika enam pekerja tengah mengikis tanah tebing di lokasi proyek. Material longsoran menimpa para pekerja yang berada di bawah tebing setinggi sekitar tujuh meter dengan lebar kurang lebih 10 meter.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung Moch Adip mengatakan, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi manual setelah menerima laporan.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi dan proses pencarian resmi ditutup setelah jenazah terakhir ditemukan pukul 19.06 WIB,” kata Adip dikutip dari beritasatu.com, Sabtu, 3 Januari 2026.
Empat korban meninggal dunia adalah Ivan dan Ujang, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung; Ade Hilir, warga Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung; serta Heri, warga Karasak, Kabupaten Garut. Sementara dua korban selamat, Dian (41) dan Ahmid (71), warga Cisampur, Jatinangor, dilaporkan dalam kondisi membaik.
Wakapolres Sumedang Kompol Sungkowo menjelaskan, para korban merupakan pekerja proyek pembangunan lahan mini soccer milik warga setempat. Menurut dia, longsor dipicu kondisi tanah labil yang diperparah aktivitas pengikisan tebing dan curah hujan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan proyek tersebut tidak mengantongi izin pembangunan.
“Kegiatan pembangunan kami hentikan dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Dony saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan peristiwa ini diduga kuat sebagai kecelakaan kerja, bukan semata bencana alam. Seluruh jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Cisampur untuk pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Kasat Reskrim AKP Tanwin Nopiansah mengatakan polisi telah memeriksa sembilan saksi, termasuk mandor proyek, pekerja yang selamat, dan pemilik proyek. “Kami menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kejadian ini,” kata dia.
Lokasi longsor kini dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dan pencegahan kejadian serupa.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post