BogorOne.co.id | Jakarta – Rumah produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) dan Sinemata Productions akan segera memproduksi film religi terbaru berjudul Ibadah dan Cinta. Film ini dibintangi Indah Permatasari dan Achmad Megantara, serta disutradarai oleh Jastis Arimba.
Produser Ibadah dan Cinta, Rendy Gunawan, menjelaskan film tersebut menggabungkan nuansa Islam Nusantara dengan latar budaya di Australia.
“Ibadah dan Cinta merupakan film religi yang akan memotret perkembangan Islam di Australia, dikombinasikan dengan budaya Islam dari Indonesia. Kami ingin menampilkan sisi lain kehidupan pesantren di Indonesia dari sudut pandang orang Barat,” ujar Rendy, belum laama ini.
Proses pengambilan gambar akan dilakukan di dua lokasi, yakni sebuah pesantren di Bogor dan kota Melbourne, Australia. Beberapa lokasi syuting di Australia meliputi Grampians, Port Campbell, dan formasi batuan ikonik Twelve Apostles.
“Pemilihan Melbourne bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena suasananya mendukung cerita. Lokasi ini masih jarang dieksplorasi dalam film Indonesia. Rencananya syuting akan berlangsung selama 25 hari,” kata Rendy.
Aktris Indah Permatasari mengaku antusias terlibat dalam proyek ini, terutama karena ini merupakan kali pertamanya bermain dalam film religi dan melakukan syuting di luar negeri.
“Tantangan terbesar tentu saja syuting di negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Persiapanku lebih ke mental karena pasti akan menghadapi banyak tantangan. Namun, aku yakin, dengan tim yang solid, kami bisa saling mendukung satu sama lain,” ujar Indah.
Ibadah dan Cinta bercerita tentang Rico, pemuda keturunan Indonesia yang tumbuh di Australia dan kembali ke Indonesia untuk menemani sahabatnya yang baru lulus studi.
Di tanah kelahirannya, Rico mengalami perjalanan spiritual yang tak terduga saat beradaptasi dengan kehidupan pesantren. Di sana ia bertemu Santun, seorang perempuan yang mengubah pandangannya tentang Islam dan cinta.
Konflik muncul ketika hubungan mereka mendapat tentangan dari ayah masing-masing yang memiliki pandangan keras, dan semakin memuncak setelah Santun divonis mengidap leukimia. Dalam perjuangannya, Santun memutuskan berangkat ke Australia bersama Rico untuk menjalani pengobatan dan mencari makna kehidupan.
Film Ibadah dan Cinta dijadwalkan tayang pada awal 2026 dan diharapkan menyajikan pesan tentang spiritualitas, cinta, dan keberagaman budaya dalam balutan visual Indonesia dan Australia.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post