BogorOne.co.id – Rumah Sakit Ummi Bogor kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan operasi kanker kepala dan leher dalam rangka memperingati World Head and Neck Cancer Day.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Kolegium Onkologi THT-BKL Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL) dan Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 13 pasien dijadwalkan menjalani operasi kanker kepala dan leher di RS Ummi.
Selain memberikan layanan kepada pasien, kegiatan tersebut juga menghadirkan para instruktur, guru besar, dan dokter spesialis onkologi THT-BKL dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Utama RS Ummi Bogor, dr. Najib Askar MARS, mengatakan RS Ummi kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan program nasional tersebut setelah sebelumnya sukses menggelarnya dua tahun lalu.
“Alhamdulillah, pada tahun ini kami kembali dipercaya oleh Kolegium Onkologi Bedah Kepala Leher dan juga PERHATI-KL untuk mengadakan kegiatan kedua kalinya dalam rangka memperingati World Head and Neck Cancer Day. Selama dua hari ini ada 13 pasien yang akan dilakukan operasi di Rumah Sakit Ummi,” ujar, Jumat (31/7/2026).
Menurut Najib, seluruh pasien yang menjalani tindakan merupakan rujukan dari Kota dan Kabupaten Bogor. Hal itu karena RS Ummi menjadi satu-satunya rumah sakit di wilayah Bogor yang memiliki layanan dokter spesialis onkologi bedah kepala dan leher.
Ia juga menyoroti masih banyak pasien yang datang ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
“Yang disayangkan biasanya pasien datang sudah dalam kondisi stadium lanjut. Karena itu, selain penanganan medis, edukasi kepada masyarakat mengenai deteksi dini harus terus ditingkatkan,” katanya.
Terkait pembiayaan, Najib memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena tindakan operasi kanker pada umumnya telah dijamin oleh BPJS Kesehatan selama sesuai dengan indikasi medis.
“Secara umum BPJS sudah meng-cover tindakan-tindakan tersebut sesuai indikasi medis. Jadi masyarakat yang memiliki jaminan BPJS seharusnya tidak perlu ragu datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Tengku Yenni, mengatakan kasus kanker di Kota Bogor masih menjadi perhatian. Meski kanker leher rahim menjadi jenis yang paling banyak ditemukan, kasus kanker kepala dan leher juga terus tercatat.
“Data yang kami miliki tahun ini sekitar 25 kasus kanker kepala dan leher. Namun angka tersebut ibarat fenomena gunung es karena yang tercatat umumnya pasien yang sudah datang dalam kondisi berat,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal menjadi salah satu penyebab keterlambatan penanganan.
“Sering kali masyarakat belum memahami gejala awal kanker. Bahkan pada tahap awal, kanker terkadang tidak menunjukkan tanda yang jelas sehingga dianggap sebagai penyakit biasa dan baru berobat ketika kondisinya sudah berat,” katanya.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis agar faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal. Kami juga mengajak seluruh stakeholder dan rumah sakit terus menggaungkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ucap Tengku.
Di tempat yang sama, Perwakilan Kolegium Onkologi THT-BKL Indonesia, dr. Ika Dewi Mayangsari, menjelaskan peringatan World Head and Neck Cancer Day bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker kepala dan leher yang selama ini masih kurang dikenal.
“Kanker kepala dan leher mungkin belum sepopuler kanker payudara atau kanker paru. Padahal secara global penyakit ini masuk 10 besar kasus kanker, dan untuk bidang THT, kanker nasofaring merupakan yang paling banyak ditemukan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan letak kanker kepala dan leher yang berada di rongga sempit membuat penyakit tersebut sulit dikenali sejak dini. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang berlangsung terus-menerus.
“Misalnya telinga terasa tertutup sebelah, hidung tersumbat sebelah, atau mimisan yang tidak kunjung sembuh. Jika setelah dua minggu keluhan tersebut tidak membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit karena bisa menjadi tanda awal kanker nasofaring,” tutupnya.
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post