BogorOne.co.id | NTT – Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Minggu, 4 Oktober 2026, menyebabkan sedikitnya 95 rumah warga rusak. Seorang lansia berusia 73 tahun juga meninggal dunia setelah mengalami shock saat gempa terjadi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat seluruh rumah yang rusak berada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Berdasarkan pendataan hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 00.15 WIB, satu rumah mengalami rusak berat, 12 rusak sedang, dan 82 lainnya rusak ringan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah kerusakan masih dapat berubah karena proses pendataan oleh BPBD di dua kabupaten masih berlangsung.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut terdampak. Di Sumba Barat Daya, lima tempat ibadah, tiga fasilitas pendidikan, enam fasilitas kesehatan, dan tiga rumah dinas mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas pendidikan lainnya rusak sedang.
Kerusakan juga ditemukan di Kabupaten Sumba Barat. Sebanyak tiga rumah dinas dan dua bangunan koperasi dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya telah mengaktifkan pos komando untuk memantau kondisi pascagempa. BNPB meminta pemerintah daerah dan warga tetap waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan.
BNPB juga mengingatkan warga untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke rumah. Warga diminta tidak menempati bangunan yang terlihat mengalami kerusakan karena berpotensi membahayakan.
Gempa bermagnitudo 6,1 itu terjadi pada Ahad, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 06.55 Wita. Guncangan disebut terasa kuat selama sekitar satu menit di sejumlah wilayah, termasuk Sumba Barat Daya, Sumba Barat, hingga Manggarai Barat.
Di Kecamatan Kodi Utara, seorang lansia berusia 73 tahun dilaporkan meninggal setelah mengalami shock ketika gempa berlangsung.
Kapolsek Kodi Utara Ajun Komisaris Polisi Bernadus Bili Kandi mengatakan korban meninggal karena kaget saat gempa terjadi.
“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Bernadus.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post