BogorOne.co.id | Jakarta – Harga emas melonjak tajam Selasa (22/7/2025), menembus level tertingginya dalam lebih dari satu bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap ketidakpastian perdagangan global serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, Rabu (23/7/2025), harga emas di pasar spot naik 1,01 persen menjadi US$ 3.431,48 per ons, tertinggi sejak 16 Juni 2025. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 1,1 persen ke level US$ 3.443,7 per ons.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun tercatat berada di posisi terendah dalam dua pekan terakhir, mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung diminati ketika return obligasi menurun.
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan ketegangan dagang global mendorong investor beralih ke instrumen yang lebih aman. Ia menyebut belum ada kemajuan signifikan dalam pembicaraan perdagangan, terutama antara AS dan Uni Eropa.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan akan bertemu dengan pejabat China pekan depan. Ia juga membuka kemungkinan perpanjangan tenggat waktu pengenaan tarif hingga 12 Agustus, serta menyebutkan potensi kesepakatan dagang baru dengan sejumlah negara mitra.
Di sisi lain, pihak Uni Eropa menegaskan respons terhadap kebijakan perdagangan AS bisa semakin keras jika negosiasi tidak menunjukkan perkembangan.
Analis Reliance Securities, Jigar Trivedi, memperkirakan tren harga emas masih akan positif dalam waktu dekat. Ia menilai level resistensi berada di sekitar US$ 3.420, dengan support di kisaran US$ 3.350.
Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Meski suku bunga diprediksi tetap, ada ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Oktober mendatang, yang umumnya mendorong kenaikan harga emas.
Dalam konteks tersebut, Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman menegaskan pentingnya menjaga independensi bank sentral. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Menteri Keuangan AS menyebut tidak ada urgensi bagi Ketua The Fed Jerome Powell untuk mundur, meskipun mendukung evaluasi terhadap otonomi lembaga tersebut.
Selain emas, harga perak naik 0,6 persen menjadi US$ 39,16 per ons. Palladium naik 1,4 persen ke US$ 1.282,82 per ons, sementara platinum turun tipis 0,5% ke US$ 1.431,64 per ons.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post