BogorOne.co.id | Jakarta – Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 25 Juli 2025, ditutup di level terendah dalam tiga pekan terakhir. Penurunan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap melemahnya kondisi ekonomi global dan potensi peningkatan pasokan minyak mentah.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent ditutup melemah 74 sen atau 1,1 persen ke level US$ 68,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 87 sen atau 1,3 persen ke posisi US$ 65,16 per barel. Ini merupakan level penutupan terendah Brent sejak 4 Juli dan WTI sejak 30 Juni.
Secara mingguan, Brent tercatat turun sekitar 1 persen, sedangkan WTI mengalami koreksi sekitar 3 persen.
Meski demikian, pelemahan harga masih dibatasi oleh optimisme pasar terhadap prospek kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan sejumlah negara. Kesepakatan tersebut diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan permintaan minyak dalam jangka panjang.
Di sisi lain, kekhawatiran pasar mencuat akibat potensi bertambahnya pasokan global. Pemerintah Amerika Serikat disebut tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan mitra perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, termasuk Chevron, kembali beroperasi secara terbatas di Venezuela. Jika terealisasi, ekspor minyak Venezuela diperkirakan bisa meningkat lebih dari 200.000 barel per hari.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyatakan bahwa pertemuan Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC) pekan depan tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan terkait kuota produksi.
Namun, menurut empat delegasi OPEC+, kelompok produsen tengah mempertimbangkan peningkatan produksi minyak guna merebut kembali pangsa pasar, terutama selama musim panas ketika permintaan cenderung naik.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post