• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Oktober 29, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Harmonisasi Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 dan Kebijakan Lingkungan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Redaksi by Redaksi
4 September 2026
in NASIONAL
0
Harmonisasi Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 dan Kebijakan Lingkungan demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045
104
SHARES
104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Alfin Murtadho (Mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB University

BogorOne.co.id – Pembangunan kota pada hakikatnya adalah tentang manusia dan ruang hidupnya, bukan sekadar tentang estetika fasad gedung atau megahnya proyek fisik. Jika kita melihat Kota Bogor dalam beberapa tahun terakhir, siapa pun yang melintasi pusat kota hingga pinggirannya akan menyaksikan pemandangan yang seragam: tiang-tiang beton membumbung, proyek pembangunan perumahan baru di kanan-kiri jalan, kafe modern tumbuh subur di tiap sudut, dan pengembangan kawasan komersial yang terus memadati Kota Bogor.

Fenomena ini terjadi ketika pembangunan kota diartikan sebatas pembetonan, infrastruktur fisik, dan pertumbuhan ekonomi semata.

Kota sering kali dipandang sebagai pusat peradaban manusia, tempat konsentrasi peluang ekonomi, simpul inovasi, dan ruang aktualisasi diri. Namun, urbanisasi yang terus bergerak laksana air bah jika tanpa diikuti dengan suatu perencanaan dan pengelolaan yang taktis serta inovatif, hanya akan melahirkan berbagai masalah seperti ketimpangan wilayah, kerusakan lingkungan, hingga penurunan kualitas hidup warganya. Sehingga, kota harus dipandang sebagai ruang hidup yang beradab tempat manusia dan alam tumbuh berdampingan secara harmoni.

BERITA LAINNYA

LPSK Hitung Restirusi 5.102 Korban PT DSI RP1,07 Triliun, Bareskrim Sita dan Blokir 110 Aset di Berkas FH

LPSK Hitung Restirusi 5.102 Korban PT DSI RP1,07 Triliun, Bareskrim Sita dan Blokir 110 Aset di Berkas FH

28 Oktober 2026
Gempa bumi

Gempa M 5,4 Guncang Selatan Yogyakarta, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

28 Oktober 2026
Pengamat kebijakan publik

Pengamat kebijakan publik Minta MBG Dihentikan Sementara, Soroti Tata Kelola

28 Oktober 2026
BEM Universitas Indonesia

Demo 28 Oktober di Bundaran HI, KSPN Tekankan Aspirasi Tanpa Provokasi

28 Oktober 2026

Indonesia memiliki pandangan keadaan bangsa yang diinginkan pada 100 (seratus) tahun kemerdekaannya, yaitu “Visi Indonesia Emas 2045” yang tercantum jelas dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2025–2045 (UU 59/2024). Setahun pasca terbitnya UU 59/2024 tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menerbitkan dokumen “Kebijakan Perkotaan Nasional 2045 (KPN 2045)”. Dokumen yang mengusung visi “Kota Berkelanjutan 2045” tersebut menyatakan bahwa pada tahun 2045, diproyeksikan sekitar 72,9% dari penduduk Indonesia akan memilih menetap dan menggantungkan hidupnya di kawasan perkotaan, dimana 170 juta penduduknya akan berada di Pulau Jawa. Proyeksi dari Bappenas tersebut bukanlah sekadar barisan angka statistik kependudukan yang dingin, melainkan sebuah alarm ekologis. Arsitektur kebijakan jangka panjang nasional yang menitikberatkan pada aspek lingkungan, seperti Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Nasional 2025–2055 dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga batas ekologis.

Menjaga Batas Ekologis

KPN 2045 mengakar kokoh pada RPJP Nasional 2025–2045 yang memproyeksikan Indonesia sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. KPN 2045 bertindak sebagai penerjemah operasional dari mandat UU 59/2024 tersebut di sektor tata kota, dimana Bappenas secara eksplisit menetapkan perkotaan berkelanjutan sebagai pilar utama transformasi kewilayahan. Jika KPN 2045 bertindak sebagai dirigen pembangunan yang mendorong gerak laju kota, maka RPPLH Nasional 2025–2055 yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2025 (dan diperkuat dengan aturan turunannya yang lebih teknis melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2025) adalah penjaga batas suci kemampuan ekologis suatu kota. RPPLH bertindak sebagai landasan perencanaan tertulis berjangka panjang 30 tahun yang memetakan secara rigid batas Daya Dukung Lingkungan Hidup dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) secara nasional.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 27 Tahun 2025, seluruh dokumen rencana tata ruang (RTRW/RDTR) serta dokumen rencana pembangunan daerah (RPJPD/RPJMD) wajib mengintegrasikan materi RPPLH secara hukum melalui mekanisme Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Melalui KLHS, data DDDTLH diubah menjadi “rambu ekologis” yang menentukan batas alokasi ruang perkotaan. Ketika kebutuhan warga kota melampaui kemampuan alam menghasilkan jasanya, deplesi sumber daya dan kerusakan ekosistem permanen tidak akan terhindarkan.

Oleh karena itu, KPN 2045 yang bercita-cita mengendalikan penyebaran penduduk kota dan mencegah perluasan kota yang tidak beraturan (urban sprawl) wajib menjadikan status peta DDDTLH dalam RPPLH sebagai basis utama penentuan batas kapasitas kota. Pembangunan fisik kota tidak boleh lagi berdiri di atas ego sektoral investasi jangka pendek semata, melainkan harus menghormati “rambu ekologis” berupa ambang batas penduduk maksimum yang mampu didukung oleh alam sekitarnya secara berkelanjutan.

Momentum Harmonisasi Perkotaan Indonesia 2045

Pembangunan perkotaan tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai urusan teknokratis pembangunan jalan, jembatan, kawasan ruko/pertokoan, atau deretan gedung pencakar langit. Kota adalah cerminan nilai moral, harapan, dan komitmen kolektif suatu bangsa untuk merawat kehidupan. Kota masa depan adalah kota yang tidak hanya menuntut produktivitas ekonomi warganya, tetapi juga merawat kesehatan jiwanya; tidak hanya mengalirkan modal investasi, tetapi juga mengalirkan nafas kehidupan alami bagi generasi mendatang.

Menyinkronkan dokumen KPN 2045 dengan dokumen kebijakan RPPLH Nasional 2025–2055 dalam semua lini perencanaan tata ruang dan pembangunan daerah di Indonesia adalah langkah krusial untuk melahirkan kota-kota yang layak huni, inklusif, maju, hijau, dan tangguh bencana. Kebijakan RPPLH Nasional 2025–2055 mengamanatkan bahwa RPPLH provinsi dan RPPLH kabupaten/kota untuk dapat ditetapkan paling lambat 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Pemerintah RPPLH ditetapkan.

Sehingga, harapannya pada tahun 2028 nanti semua daerah di Indonesia telah selesai menyusun RPPLH dan dapat diharmonisasikan dengan berbagai perencanaan tata ruang maupun perencanaan pembangunan jangka menengah untuk periode selanjutnya.

Melalui harmonisasi kebijakan ini, kita dapat mewujudkan transformasi perkotaan nasional yang seimbang dan berkeadilan. Dengan begitu, di tahun 2045 nanti, anak cucu kita tidak akan mewarisi kota-kota beton nan tinggi yang gersang dan penuh polusi, melainkan kota berkelanjutan sebagai warisan ekologis terbaik yang bisa kita tinggalkan dengan penuh martabat.

Related Posts

LPSK Hitung Restirusi 5.102 Korban PT DSI RP1,07 Triliun, Bareskrim Sita dan Blokir 110 Aset di Berkas FH
NASIONAL

LPSK Hitung Restirusi 5.102 Korban PT DSI RP1,07 Triliun, Bareskrim Sita dan Blokir 110 Aset di Berkas FH

28 Oktober 2026
Gempa bumi
NASIONAL

Gempa M 5,4 Guncang Selatan Yogyakarta, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

28 Oktober 2026
Pengamat kebijakan publik
NASIONAL

Pengamat kebijakan publik Minta MBG Dihentikan Sementara, Soroti Tata Kelola

28 Oktober 2026
BEM Universitas Indonesia
NASIONAL

Demo 28 Oktober di Bundaran HI, KSPN Tekankan Aspirasi Tanpa Provokasi

28 Oktober 2026
bayi surili
NASIONAL

Bayi Surili Ditemukan di Pohon Hangus saat Kebakaran Gunung Ciremai

27 Oktober 2026
Erick Thohir
NASIONAL

Erick Thohir Minta Polisi Usut Kematian Suporter di Luar Stadion

27 Oktober 2026
Next Post
Polbangtan Kementan Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan Akademik

Polbangtan Kementan Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan Akademik

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Revitalisasi Pasar Jadi Program Prioritas Perumda PPJ

Revitalisasi Pasar Jadi Program Prioritas Perumda PPJ

8 Juli 2022
Bersama PHB, TIDAR Kota Bogor Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Bersama PHB, TIDAR Kota Bogor Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

23 Desember 2021
Kembangkan Ekonomi Petani Hydroponik, FEB UIKA Berikan Pelatihan

Kembangkan Ekonomi Petani Hydroponik, FEB UIKA Berikan Pelatihan

15 September 2022
Tips Cegah Asam Lambung Naik Saat Ibadah Puasa, Catat Yuk!

Tips Cegah Asam Lambung Naik Saat Ibadah Puasa, Catat Yuk!

18 Maret 2023

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In