BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam reses di 12 kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mendapatkan banyak keluhan masyarakat khususnya mengenai pengembangan ekonomi kerakyatan.
Politisi Golkar itu mengatakan, home industry seperti pabrik sandal dan sepatu di Kecamatan Bogor Selatan telah menjamur. Namun hingga kini tidak ada intervensi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Padahal, kualitas produk yang dihasilkan industri rumahan itu tak kalah saing dengan barang pabrikan.
“Saya pikir hal-hal semacam ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Karena selain dapat membangkitkan ekonomi kerakyatan, industri semacam ini dapat menyerap tenaga kerja lokal,” ujar Rusli, Selasa 31 Januari 2023.
Dia menyebut bahwa selama ini Pemkot Bogor terus menggaungkan untuk mengenalkan produk lokal di pasaran lewat berbagai kegiatan. Tetapi hal itu dirasa belum cukup lantaran pemerintah kurang serius maupun promosi.
“Padahal sandal dan sepatu dari Cikaret sudah dipasarkan di seluruh Bogor. Bahkan, sudah masuk ke pusat grosir Tanah Abang, Jakarta. Ini menandakan produk kita bisa bersaing,” katanya.
Untuk itu, Rusli meminta agar Pemkot Bogor lebih serius memperhatikan keberlangsungan home industry. Misalnya, dengan membentuk kelompok-kelompok home industry untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM Kota Bogor.
“Selain itupun tak ada salahnya, bola produk yang kualitasnya baik dimasukan e-katalog perlengkapan kedinasan dan sekolah,” katanya.
Seperti diketahui, Presiden RI Joko Widodo mengimbau pemerintah untuk menginisiasi berbagai terobosan dalam meningkatkan penggunaan produk dan belanja dalam negeri. Presiden meminta agar peningkatan target penggunaan produk dalam negeri harus diimbangi dengan upaya perbaikan ekosistem.
Presiden Jokowi juga sempat menguraikan empat strategi yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.Pertama, memperbanyak produk dalam negeri yang memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar kualitas produk dalam negeri semakin meningkat.
“Proses pengurusan sertifikasi untuk produk usaha mikro, usaha kecil dan koperasi harus dipermudah. Jangan sampai menyulitkan dan memperberat,” imbuhnya.
Kedua, mempercepat proses digitalisasi untuk peningkatan penetapan produk dalam negeri serta produk mikro, kecil, dan koperasi. Presiden meminta agar pembelian produk-produk tersebut dapat tayang dalam katalog elektronik maupun pada toko daring.
Instansi pemerintah juga diminta mengimplementasikan penggunaan kartu kredit pemerintah atau pemerintah daerah. Ketiga, meningkatkan riset untuk menghasilkan produk substitusi impor. “Keempat, berikan insentif bagi investor dan industri yang mengembangkan dan memproduksi produk substitusi impor,” tandas Kepala Negara.
Presiden Jokowi menilai pembelian produk-produk dalam negeri dapat membuka lapangan kerja dan menghidupkan industri-industri kecil di dalam negeri. Dampaknya adalah perekonomian nasional akan terus bergerak dan tumbuh secara berkelanjutan. (Fry)





























Discussion about this post