BogorOne.co.id – Pemerintah Kota Bogor mulai mematangkan persiapan menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang jatuh pada Juni 2026 mendatang. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memaparkan sejumlah agenda pokok serta rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melibatkan partisipasi luas masyarakat.
Agenda Pokok 3 Juni 2026
Tepat pada hari jadi tanggal 3 Juni 2026, Pemkot Bogor akan menyelenggarakan empat kegiatan utama:
- Upacara di Balai Kota: Menjadi pembuka resmi seluruh rangkaian peringatan.
- Sidang Paripurna Istimewa: Bertempat di Gedung DPRD Kota Bogor.
- Peluncuran Himne Kota Bogor: Peresmian lagu resmi hasil lomba tahun sebelumnya yang akan digelar di Gedung DPRD.
- Penanaman Pohon: Aksi lingkungan di area Pisel (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah), Kayu Manis, Tanah Sareal, sebagai simbol visi pembangunan Bogor yang lebih asri.
Sayembara Logo dan Keterlibatan Kreatif
Ketua Pelaksana HJB ke-544, Iceu Pujiati, menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya, logo HJB ditentukan melalui mekanisme sayembara. Hal ini dilakukan untuk memantik potensi kreatif warga Bogor.
“Alhamdulillah, filosofinya kenapa kita mengadakan sayembara logo karena kita ingin mengajak masyarakat Kota Bogor untuk berpartisipasi. Kota Bogor ini punya potensi luar biasa terkait potensi kreatif,” ujar Iceu. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ilham, warga yang terpilih menjadi pemenang desain logo tahun ini.
Sinergi OPD dan Sektor Swasta
Guna memeriahkan suasana, Iceu menyebutkan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menyiapkan program khusus yang masuk dalam list rangkaian HJB. Selain itu, kerja sama dijalin dengan mitra sektor swasta seperti hotel, restoran, kafe, pengelola wisata, hingga pusat perbelanjaan.
“Kami mengajak mitra kerja seperti hotel, mal, hingga budayawan untuk ikut berpartisipasi memeriahkan rangkaian Hari Jadi Bogor,” tambahnya.
Puncak Helaran dan Dampak Ekonomi
Puncak perayaan berupa Helaran atau Kirab Budaya dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026. Konsep tahun ini direncanakan sedikit berbeda menyerupai festival sesuai dengan arahan Gubernur. Terkait teknis waktu, penyelenggara masih mendiskusikan apakah helaran akan dilaksanakan pagi hari saat Car Free Day (CFD) atau malam hari, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan efisiensi biaya.
Selain helaran, terdapat rencana Pawai Mahkota Binokasih yang detail persiapannya masih dalam tahap pembahasan.
Sebagai upaya mendorong ekonomi kerakyatan, Iceu menegaskan bahwa logo HJB ke-544 boleh digunakan secara bebas oleh masyarakat luas. “Logo ini boleh dipergunakan oleh masyarakat, khususnya untuk meningkatkan perekonomian. UMKM silakan menggunakannya untuk kaus atau merchandise lainnya agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post