BogorOne.co.id | Jakarta – Penyebaran informasi bohong di media sosial menjadi salah satu tantangan dalam menjaga demokrasi dan persatuan bangsa. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya.
Menurut Munir, prinsip jurnalistik seperti verifikasi, akurasi, dan keberimbangan tidak hanya diperlukan oleh wartawan. Masyarakat, terutama generasi muda yang aktif menggunakan media sosial, juga perlu menerapkan prinsip tersebut sebelum membagikan informasi.
“Adik-adik mahasiswa saat bermain di media sosial, apa pun platformnya, tolong dibantu dengan menerapkan kaidah-kaidah jurnalistik. Pahami prinsip verifikasi, ketepatan, dan keberimbangan,” kata Munir dalam kuliah umum di Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Jumat, 6 November 2026.
Munir mengatakan pers memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi karena berfungsi mengawasi kekuasaan sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pers menjalankan fungsi kontrol sosial di luar struktur eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Namun, kekuatan media tidak selalu berdampak positif. Pemberitaan yang mengabaikan integritas dan tanggung jawab sosial justru dapat memperlemah persatuan. Karena itu, menurut Munir, kerja jurnalistik harus berpijak pada kebenaran dan kepentingan publik.
Dia juga mengingatkan bahwa kebebasan pers bukan berarti wartawan bebas dari konsekuensi hukum. Kerja jurnalistik tetap memiliki batas yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Munir menilai ketidakpahaman terhadap aturan tersebut dapat memicu sengketa pers. Masyarakat maupun aparat, kata dia, perlu memahami mekanisme dan koridor hukum yang berlaku dalam penyelesaian persoalan pemberitaan.
Dalam kesempatan itu, Munir juga menyinggung sejarah pers Indonesia yang tumbuh bersama perjuangan kemerdekaan. Sejak masa kolonial hingga reformasi, pers memiliki peran dalam mencerdaskan masyarakat dan mengawal kehidupan berbangsa.
Rektor UDK Muharto mengatakan media memiliki pengaruh besar terhadap hubungan sosial masyarakat. Media dapat memperkuat kebinekaan melalui informasi yang mendidik, tetapi juga bisa memicu perpecahan jika tidak dijalankan dengan tanggung jawab.
Munir menyampaikan pandangan tersebut dalam kuliah umum bertema “Peran Jurnalistik dalam Memperkuat Demokrasi dan Persatuan Bangsa” yang diikuti ratusan mahasiswa UDK di Kotamobagu.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post