BogorOne.co.id | Kota Bogor – Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda pertanian mendapat perhatian dari International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Hal tersebut terlihat dalam kunjungan delegasi IFAD dari Fiji dan Australia ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Jumat 28 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan pengembangan program baru sebagai kelanjutan dari keberhasilan pelaksanaan Program YESS di Indonesia, yang diharapkan dapat meneruskan dampak positif YESS dalam memperkuat kapasitas, kewirausahaan, serta peningkatan pendapatan generasi muda di sektor pertanian.
Dalam kunjungannya, delegasi IFAD terlebih dahulu melihat secara langsung berbagai aktivitas dan ekosistem pendidikan vokasi pertanian yang dikembangkan di Polbangtan Bogor.
Kampus menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta penguatan jejaring kewirausahaan bagi generasi muda.
Setelah mengunjungi Polbangtan Bogor, rombongan melanjutkan perjalanan menuju P4S Kampung Kasih, Tamansari, Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, delegasi IFAD berkesempatan bertemu langsung dengan sejumlah penerima manfaat Program YESS.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi IFAD untuk melihat secara lebih dekat bagaimana intervensi program diterjemahkan menjadi aktivitas usaha yang nyata di tingkat penerima manfaat.
Tidak hanya penerima manfaat dari P4S Kampung Kasih, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah petani muda penerima hibah kompetitif Program YESS.
Mereka turut berbagi pengalaman mengenai proses pengembangan usaha, pemanfaatan dukungan program, hingga perubahan yang dirasakan setelah mendapatkan pendampingan dan intervensi melalui YESS.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah kemampuan para penerima manfaat dalam meningkatkan pendapatan melalui usaha yang mereka jalankan.
Perwakilan IFAD, Mr. Ovini, tampak puas melihat perkembangan para petani muda penerima manfaat. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan melalui YESS tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi modal penting dalam merancang program lanjutan. Pengalaman YESS di Indonesia memberikan pembelajaran mengenai pendekatan yang efektif dalam mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan usaha di sektor pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kemampuan, inovasi, dan jiwa kewirausahaan.
“Generasi muda adalah kekuatan baru pertanian Indonesia. Kita harus memastikan mereka memiliki akses terhadap pendidikan, teknologi, pembiayaan, pasar, dan pendampingan sehingga mampu menjadi petani modern yang produktif dan berdaya saing,” tegas Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas generasi muda merupakan investasi penting bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin mengatakan, keberhasilan penerima manfaat YESS menjadi bukti pentingnya sinergi antara pendidikan, pendampingan, akses usaha, dan penguatan jejaring.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menambahkan bahwa kunjungan IFAD menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bagaimana ekosistem pendidikan dan pengembangan kewirausahaan pertanian dapat memberikan dampak hingga ke tingkat pelaku usaha.
“Polbangtan Bogor siap menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia pertanian, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap pengalaman dan keberhasilan YESS dapat terus dikembangkan melalui program lanjutan sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik dan mampu membangun usaha di sektor pertanian,” tutur Yoyon.
Kunjungan IFAD tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah program pembangunan dapat diukur dari perubahan yang terjadi pada penerima manfaat.
Dari ruang pendidikan dan pendampingan, dukungan tersebut kemudian berkembang menjadi usaha nyata, peningkatan pendapatan, serta tumbuhnya optimisme generasi muda untuk membangun masa depan melalui sektor pertanian. (Adv)

























Discussion about this post