BogorOne.co.id – Kabar mengenai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor oleh KPK beberapa waktu lalu, meski akhirnya dibantah membuat para pentolan Partai Gerindra setempat seolah menghilang dari publik.
Pada hari pertama beredarnya rumor OTT tersebut, nomor telepon seluler sejumlah kepala dinas hingga Bupati Bogor mendadak tidak aktif. Keberadaan Bupati Bogor pun tak terdeteksi.
Tak hanya Bupati, Ketua DPRD beserta sejumlah petinggi Partai Gerindra Kabupaten Bogor juga tak tampak dalam beberapa agenda publik.
Ketidakhadiran mereka terlihat di berbagai kegiatan kedinasan. Saat peresmian Sekolah Rakyat di Jasinga, acara tersebut hanya dihadiri oleh Sekda. Puncaknya terlihat pada acara Maulid Nabi Akbar di Alun-Alun Pemda Kabupaten Bogor.
Acara besar yang dihadiri para kyai dan habaib tersebut merupakan agenda Pemkab Bogor yang telah direncanakan sejak lama. Namun, pejabat yang hadir hanya Wakil Bupati Bogor, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, serta Ketua Komisi 3 dari Fraksi Golkar. Sementara itu, Ketua DPRD dan Bupati Bogor tetap tak menampakkan diri.
Menanggapi menghilangnya sejumlah kader Partai Gerindra yang menjabat di Pemkab Bogor saat KPK melakukan kegiatan hukum, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, enggan berkomentar banyak.
“Jujur saya belum tahu secara detail persoalan yang sedang ramai ini, karena saya sudah lama tidak berada di dalam Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Iwan Setiawan saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Mantan Bupati Bogor tersebut menghimbau seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Kita semua harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kita sama-sama hormati proses yang sedang dilakukan oleh KPK, kita tunggu saja hasil terbaik dari para penegak hukum,” pungkasnya.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post