BogorOne.co.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera mengisi kekosongan jabatan Direktur Administrasi dan Keuangan pada jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat meninjau peluncuran Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di IPAL IPLT Tanah Baru, Selasa 5 Mei 2026.
Tahapan Administratif dan Konsultasi Pusat
Dedie mengungkapkan bahwa proses pengisian jabatan tersebut kini sedang memasuki tahapan administratif di tingkat pusat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menunggu jadwal resmi untuk berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Terkait posisi direksi yang kosong, kami sedang menunggu jadwal konsultasi dengan Kemendagri. Dalam proses pengangkatan direksi BUMD, kami harus mendapatkan rekomendasi dari Kemendagri, khususnya melalui Dirjen Bina Keuangan Daerah,” papar Dedie.
Selain ke tingkat pusat, Dedie menambahkan bahwa prosedur formal juga telah ditempuh melalui surat permohonan kepada Gubernur Jawa Barat.
“Gubernur juga telah menanyakan hal tersebut. Jawaban normatifnya adalah kami harus berkonsultasi terlebih dahulu. Kami sudah meminta jadwal, dan insya Allah dalam waktu dekat konsultasi akan dilakukan,” imbuhnya.
Sinyal Buka Pendaftaran Ulang
Mengenai teknis pemilihan, Dedie memberikan sinyalemen bahwa Pemkot Bogor kemungkinan besar akan membuka pendaftaran ulang untuk posisi Direktur Administrasi dan Keuangan di Perumda Tirta Pakuan tersebut.
Langkah ini diambil mengingat posisi tersebut dinilai sangat krusial bagi stabilitas performa perusahaan. Sebagai jantung manajerial, direktur definitif bertanggung jawab penuh atas tata kelola arus kas, perencanaan anggaran jangka panjang, hingga pengawasan kepatuhan administrasi.
Menjaga Akuntabilitas dan Ekspansi Layanan
Kehadiran pejabat definitif sangat diperlukan untuk memastikan akuntabilitas keuangan perusahaan tetap terjaga, terutama dalam mendukung target ekspansi layanan air bersih bagi warga Bogor. Tanpa pejabat definitif, pengambilan keputusan strategis terkait investasi infrastruktur dan efisiensi operasional berisiko terhambat.
Melalui proses konsultasi dengan Kemendagri dan rencana pembukaan pendaftaran ulang, Dedie Rachim berharap dapat menjaring figur profesional yang mampu memperkuat struktur internal Perumda Tirta Pakuan demi pelayanan publik yang lebih optimal.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post