BogorOne.co.id | Kota Bogor – Menjelang bulan Suci Ramadhan 1446 H, masyarakat Bogor kini menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menghadapi dua tantangan utama: ketersediaan pangan dan ketertiban masyarakat.
Dalam suasana yang penuh harapan ini, Anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lusiana Nurissiyadah, mengingatkan pentingnya kedua isu ini agar tidak terabaikan.
“Ketersediaan pangan di bulan Ramadhan harus terjaga dengan harga yang stabil. Ini sangat vital karena kebutuhan masyarakat akan meningkat,” tegas Lusiana dalam wawancaranya, Rabu 26 Februari 2025.
Ia menegaskan bahwa meskipun ada arahan efisiensi anggaran dari Presiden, Pemerintah Kota Bogor harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama bulan suci ini. Lusiana juga mengingatkan agar pemerintah bersikap tegas terhadap praktik penimbunan bahan pangan yang merugikan warga.
“Tentu harus ditindak tegas. Itu tugas pemerintah untuk mengawasi agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat,” tambahnya.
Dalam diskusi mengenai regulasi berjualan selama Ramadhan, Lusiana menekankan pentingnya kepatuhan pedagang.
“Pedagang boleh berjualan di malam hari. Namun, jika ada yang berjualan di siang hari, mereka harus tetap menjaga sopan santun dan menghormati umat Islam yang sedang berpuasa,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti aspek keamanan dan ketertiban yang harus dijaga selama bulan suci. Lusiana berharap Kota Bogor tetap kondusif dan nyaman bagi semua kalangan, terutama anak-anak dan keluarga.
“Kita ingin Kota Bogor tetap aman. Jangan sampai ada tawuran, mabuk-mabukan, atau perang sarung yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat selama bulan Suci Ramadhan,” tegasnya.
Dengan seruan untuk proaktif dari pemerintah dalam mengawasi potensi gangguan ketertiban, Lusiana menekankan perlunya tindakan preventif.
“Pemerintah harus benar-benar mengawasi agar tidak ada perang sarung atau aksi tawuran yang sering terjadi. Ini harus dijaga dan diantisipasi,” pungkasnya. (Rdt)


























Discussion about this post