BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Jalur alternatif Puncak yang menghubungkan Citeko-Cibeureum di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mulai terancam. Sebagian badan jalan amblas setelah tanah di bawahnya terkikis aliran sungai di sisi ruas tersebut.
Kerusakan ini menjadi persoalan karena jalur Citeko-Cibeureum kerap menjadi akses pengganti ketika Jalan Raya Puncak ditutup atau diberlakukan rekayasa lalu lintas. Wisatawan menuju Taman Safari Indonesia termasuk pengguna yang melintasi ruas tersebut.
Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Cisarua, Agus Shahrudin, mengatakan kondisi jalan itu telah dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Ia meminta instansi tersebut segera meninjau lokasi.
“Sudah kami sampaikan ke PUPR agar jalan alternatif tersebut segera ditinjau,” kata Agus, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Agus, badan jalan ambles akibat erosi yang menggerus bagian bawah konstruksi. Aliran sungai di sisi jalan mengikis tanah secara terus-menerus, terutama ketika hujan turun.
Kerusakan dikhawatirkan meluas jika tidak segera ditangani. Ancaman itu semakin besar karena kawasan Puncak masih berpotensi diguyur hujan.
“Jalan amblas sebelah karena terdampak terkikis aliran sungai saat hujan,” ujar Agus.
Ia mengatakan posisi ruas yang rusak berada tepat di sisi aliran sungai. Gerusan air membuat tanah penyangga badan jalan berkurang hingga sebagian konstruksi kehilangan tumpuan.
Bagi Kecamatan Cisarua, kerusakan itu bukan sekadar persoalan infrastruktur. Jalur Citeko-Cibeureum memiliki fungsi penting sebagai akses alternatif ketika arus kendaraan di Jalan Raya Puncak ditutup atau diatur.
“Pengguna jalan banyak wisatawan menuju Taman Safari Indonesia. Ruas Citeko-Cibeureum dilintasi saat jalan utama ditutup,” kata Agus.
Satpol PP, kata dia, hanya dapat melakukan pengamanan di lokasi. Penanganan kerusakan jalan menjadi kewenangan instansi teknis.
“Ranah Pol PP hanya pengamanan agar jalan tersebut bisa dilalui,” ujarnya.
Agus mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi kondisi ruas tersebut, terutama saat hujan. Sebab, bagian jalan yang telah kehilangan penyangga berpotensi mengalami kerusakan lebih parah dan membahayakan pengguna jalan.
Pemerintah Kabupaten Bogor kini diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan penanganan sebelum kerusakan pada jalur alternatif itu meluas.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post