BogorOne.co.id – Kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik di Kota Bogor kian memprihatinkan. Lubang-lubang dalam yang menganga di badan jalan kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan parah terpantau di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Titik-titik tersebut meliputi jalur Pamoyanan menuju BNR yang menjadi akses alternatif selama penutupan jalan Batutulis. Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Cipinang Gading, Rangga Mekar, hingga Pabuaran.
Tingginya curah hujan di wilayah Bogor dalam beberapa pekan terakhir disinyalir memperparah kerusakan aspal. Air yang menggenang sering kali menutupi lubang, sehingga tidak terlihat oleh pengendara dan memicu kecelakaan.
Rahmansyah Herlambang (38), warga yang rutin melintasi jalur Pamoyanan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kerusakan jalan ini sangat membahayakan, terlebih saat hujan turun terus-menerus.
“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan, lubang-lubang itu tertutup air jadi tidak kelihatan. Ini jelas membahayakan nyawa kami,” ujar Rahmansyah, Rabu 28 Januari 2026.
Ia pun menyayangkan lambatnya penanganan dari pihak terkait, mengingat tingginya mobilitas warga di jalur tersebut.
DPRD Minta Perbaikan Berkualitas
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor untuk segera melakukan langkah konkret di lapangan.
Pria yang akrab disapa Kiwong ini menegaskan bahwa perbaikan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat akibat cuaca ekstrem.
“Kami instruksikan Dinas PUPR untuk bergerak cepat. Jangan hanya sekadar tambal sulam, perhatikan kualitas aspalnya. Harus pakai aspal kualitas bagus agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan,” tegas Kiwong. Ia berjanji akan terus mengawal proses ini agar anggaran infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Kendala Pasokan Material
Secara terpisah, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Namun, saat ini terdapat kendala teknis pada penyedia Asphalt Mixing Plant (AMP) yang sedang menunggu pasokan bahan baku material dari Cilegon dan Lampung.
“Informasi dari Dinas PUPR, ini merupakan dampak dari penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar,” jelas Dedie singkat.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post