• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, April 17, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Dinkes Kabupaten Bogor Fokuskan Pelayanan di Puskesmas, RS Jadi Rujukan

Redaksi by Redaksi
28 Januari 2026
in BOGOR RAYA
0
Dinkes Kabupaten Bogor

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memperkuat sistem pelayanan kesehatan dengan menitikberatkan pada layanan kesehatan primer dan penerapan zonasi wilayah kesehatan. Foto : Dok. Diskominfo.

44
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dinkes Kabupaten Bogor memperkuat sistem pelayanan kesehatan dengan menitikberatkan pada layanan kesehatan primer dan penerapan zonasi wilayah kesehatan. Kebijakan ini ditujukan untuk pemerataan layanan sekaligus menekan kepadatan pasien di rumah sakit, terutama rumah sakit umum daerah (RSUD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan transformasi sistem kesehatan diarahkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada rumah sakit. Menurut dia, pelayanan kesehatan seharusnya dapat ditangani secara optimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Pelayanan kesehatan primer menjadi kunci. Puskesmas harus mampu menangani kasus sesuai kewenangannya, sementara rumah sakit berfungsi sebagai rujukan untuk kasus lanjutan,” kata Fusia, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk lebih dari enam juta jiwa dan wilayah yang luas, Kabupaten Bogor membagi sistem pelayanannya ke dalam enam zonasi kesehatan. Setiap zonasi didukung RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama agar sistem rujukan berjalan lebih terarah dan efisien.

BERITA LAINNYA

bocimi

Diduga Jual Miras, Warung Remang-remang di Jalan Bocimi Dibongkar

16 April 2026
longsor

Longsor di Puncak Bogor Picu Pohon Tumbang dan Retakan Jalan

16 April 2026
DPRD Kabupaten Bogor

DPRD Kabupaten Bogor Desak APH Usut Tuntas Dugaan Pungli di Kemenag

16 April 2026
jual beli jabatan

Polres Bogor Panggil 24 Pejabat Pemkab Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

16 April 2026

Melalui skema zonasi tersebut, rujukan pasien diharapkan tidak lagi lintas wilayah tanpa kebutuhan medis. Pasien dari wilayah barat, misalnya, diarahkan ke rumah sakit rujukan terdekat jika fasilitas yang dibutuhkan tersedia di wilayah tersebut.

“Tidak logis jika pasien harus dirujuk jauh, padahal rumah sakit rujukan sudah ada di wilayahnya,” ujar Fusia.

Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki 101 Puskesmas, dengan 37 di antaranya berstatus Puskesmas dengan tempat perawatan (DTP). Puskesmas tersebut mampu menangani sejumlah kasus gawat darurat tertentu, termasuk layanan ibu dan bayi. Dinas Kesehatan mendorong penguatan jejaring antara Puskesmas dan rumah sakit di setiap zonasi.

Melalui jejaring ini, dokter Puskesmas dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis rumah sakit. Dengan demikian, kasus kategori ringan hingga sedang dapat ditangani di Puskesmas tanpa harus langsung dirujuk ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

“Kami ingin Puskesmas tidak hanya menjadi pintu rujukan administratif, tetapi benar-benar menyelesaikan banyak kasus di tingkat primer,” kata Fusia.

Ia juga menyoroti kepadatan IGD di wilayah barat Kabupaten Bogor, seperti Leuwiliang dan sekitarnya. Menurut dia, kepadatan tersebut dipicu tingginya jumlah kunjungan masyarakat, bukan lambatnya pelayanan.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan bersama manajemen rumah sakit mendorong penambahan ruang dan tempat tidur rawat inap, optimalisasi fasilitas yang ada, penguatan kolaborasi Puskesmas dan rumah sakit, serta penugasan dokter spesialis untuk kunjungan berkala ke Puskesmas.

“Upaya ini diharapkan dapat menekan lonjakan pasien IGD dan memperkuat layanan kesehatan di tingkat primer,” ujarnya.

Fusia menegaskan, penguatan sistem kesehatan tersebut bertujuan memastikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, dan merata bagi seluruh warga Kabupaten Bogor.

Reporter         : Yudi Surahman

Editor             : R. Muttaqien

Tags: Dinas Kesehatan Kabupaten Bogordr. Fusia MeidiawatyRSUD

Related Posts

bocimi
BOGOR RAYA

Diduga Jual Miras, Warung Remang-remang di Jalan Bocimi Dibongkar

16 April 2026
longsor
BOGOR RAYA

Longsor di Puncak Bogor Picu Pohon Tumbang dan Retakan Jalan

16 April 2026
DPRD Kabupaten Bogor
BOGOR RAYA

DPRD Kabupaten Bogor Desak APH Usut Tuntas Dugaan Pungli di Kemenag

16 April 2026
jual beli jabatan
BOGOR RAYA

Polres Bogor Panggil 24 Pejabat Pemkab Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

16 April 2026
air Sungai Cidurian
BOGOR RAYA

Air Sungai Cidurian Menghitam, Warga Jasinga Bogor Keluhkan Bau Tak Sedap

16 April 2026
Optimalkan Wahana Ngalun, Kelurahan Katulampa Berharap Intervensi Tata Kelola dari Pemkot
BOGOR RAYA

Optimalkan Wahana Ngalun, Kelurahan Katulampa Berharap Intervensi Tata Kelola dari Pemkot

16 April 2026
Next Post
Kota Bogor Kembali Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Kota Bogor Kembali Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Polresta Bogor Kota Garap Kasus Kecurangan PPDB Zonasi

Polresta Bogor Kota Garap Kasus Kecurangan PPDB Zonasi

13 Juli 2023
BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Klaim 13.876 Kasus, Sebesar Rp 224 Miliar

BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Klaim 13.876 Kasus, Sebesar Rp 224 Miliar

1 Mei 2021
Ono Surono

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono

3 April 2026
kongres

SC PWI Tetapkan Mekanisme Pencalonan Ketua Umum Jelang Kongres 2025

4 Agustus 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In