• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Juni 2, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Dinkes Kabupaten Bogor Fokuskan Pelayanan di Puskesmas, RS Jadi Rujukan

Redaksi by Redaksi
28 Januari 2026
in BOGOR RAYA
0
Dinkes Kabupaten Bogor

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memperkuat sistem pelayanan kesehatan dengan menitikberatkan pada layanan kesehatan primer dan penerapan zonasi wilayah kesehatan. Foto : Dok. Diskominfo.

49
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dinkes Kabupaten Bogor memperkuat sistem pelayanan kesehatan dengan menitikberatkan pada layanan kesehatan primer dan penerapan zonasi wilayah kesehatan. Kebijakan ini ditujukan untuk pemerataan layanan sekaligus menekan kepadatan pasien di rumah sakit, terutama rumah sakit umum daerah (RSUD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan transformasi sistem kesehatan diarahkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada rumah sakit. Menurut dia, pelayanan kesehatan seharusnya dapat ditangani secara optimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Pelayanan kesehatan primer menjadi kunci. Puskesmas harus mampu menangani kasus sesuai kewenangannya, sementara rumah sakit berfungsi sebagai rujukan untuk kasus lanjutan,” kata Fusia, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk lebih dari enam juta jiwa dan wilayah yang luas, Kabupaten Bogor membagi sistem pelayanannya ke dalam enam zonasi kesehatan. Setiap zonasi didukung RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama agar sistem rujukan berjalan lebih terarah dan efisien.

BERITA LAINNYA

Hari Jadi Bogor

Sambut HJB 544, Tirta Pakuan Hadirkan Promo Pasang Baru Gratis untuk Rumah Ibadah dan Diskon Spesial untuk Kategori Rumah Tangga

1 Juni 2026
Rumah Lansia di Kampung Loji Caringin Terbakar

Rumah Lansia di Kampung Loji Caringin Terbakar

1 Juni 2026
PB Porprov Kota Bogor Petakan Sebaran Venue 19 Cabang Olahraga Jelang Porprov Jabar 2026

PB Porprov Kota Bogor Petakan Sebaran Venue 19 Cabang Olahraga Jelang Porprov Jabar 2026

1 Juni 2026
13 desa wisata

Pemkab Bogor Siapkan SK Bupati untuk 13 Desa Wisata Baru pada 2026

30 Mei 2026

Melalui skema zonasi tersebut, rujukan pasien diharapkan tidak lagi lintas wilayah tanpa kebutuhan medis. Pasien dari wilayah barat, misalnya, diarahkan ke rumah sakit rujukan terdekat jika fasilitas yang dibutuhkan tersedia di wilayah tersebut.

“Tidak logis jika pasien harus dirujuk jauh, padahal rumah sakit rujukan sudah ada di wilayahnya,” ujar Fusia.

Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki 101 Puskesmas, dengan 37 di antaranya berstatus Puskesmas dengan tempat perawatan (DTP). Puskesmas tersebut mampu menangani sejumlah kasus gawat darurat tertentu, termasuk layanan ibu dan bayi. Dinas Kesehatan mendorong penguatan jejaring antara Puskesmas dan rumah sakit di setiap zonasi.

Melalui jejaring ini, dokter Puskesmas dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis rumah sakit. Dengan demikian, kasus kategori ringan hingga sedang dapat ditangani di Puskesmas tanpa harus langsung dirujuk ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

“Kami ingin Puskesmas tidak hanya menjadi pintu rujukan administratif, tetapi benar-benar menyelesaikan banyak kasus di tingkat primer,” kata Fusia.

Ia juga menyoroti kepadatan IGD di wilayah barat Kabupaten Bogor, seperti Leuwiliang dan sekitarnya. Menurut dia, kepadatan tersebut dipicu tingginya jumlah kunjungan masyarakat, bukan lambatnya pelayanan.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan bersama manajemen rumah sakit mendorong penambahan ruang dan tempat tidur rawat inap, optimalisasi fasilitas yang ada, penguatan kolaborasi Puskesmas dan rumah sakit, serta penugasan dokter spesialis untuk kunjungan berkala ke Puskesmas.

“Upaya ini diharapkan dapat menekan lonjakan pasien IGD dan memperkuat layanan kesehatan di tingkat primer,” ujarnya.

Fusia menegaskan, penguatan sistem kesehatan tersebut bertujuan memastikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, dan merata bagi seluruh warga Kabupaten Bogor.

Reporter         : Yudi Surahman

Editor             : R. Muttaqien

Tags: Dinas Kesehatan Kabupaten Bogordr. Fusia MeidiawatyRSUD

Related Posts

Hari Jadi Bogor
BOGOR RAYA

Sambut HJB 544, Tirta Pakuan Hadirkan Promo Pasang Baru Gratis untuk Rumah Ibadah dan Diskon Spesial untuk Kategori Rumah Tangga

1 Juni 2026
Rumah Lansia di Kampung Loji Caringin Terbakar
BOGOR RAYA

Rumah Lansia di Kampung Loji Caringin Terbakar

1 Juni 2026
PB Porprov Kota Bogor Petakan Sebaran Venue 19 Cabang Olahraga Jelang Porprov Jabar 2026
BOGOR RAYA

PB Porprov Kota Bogor Petakan Sebaran Venue 19 Cabang Olahraga Jelang Porprov Jabar 2026

1 Juni 2026
13 desa wisata
BOGOR RAYA

Pemkab Bogor Siapkan SK Bupati untuk 13 Desa Wisata Baru pada 2026

30 Mei 2026
tumpahan solar
BOGOR RAYA

Tumpahan Solar di Jalan Lapan-Cicangkal Picu Kecelakaan Beruntun, Belasan Pemotor Terjatuh

30 Mei 2026
bentrokan pelajar
BOGOR RAYA

Kasus Tawuran Maut di Dramaga Terungkap, Pelaku Masih Berstatus Pelajar

30 Mei 2026
Next Post
Kota Bogor Kembali Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Kota Bogor Kembali Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Dibubarkan Wali Kota, Komite SDN Empang 02 Nilai Korlas Dibutuhkan

Dibubarkan Wali Kota, Komite SDN Empang 02 Nilai Korlas Dibutuhkan

26 September 2023
Ikhtiar Pemkot Bogor Cegah Judi Online

Ikhtiar Pemkot Bogor Cegah Judi Online

23 Februari 2026
Ingin Setarakan Pendidikan di Kota Bogor, Paslon Sendi-Melli Usung Program PAUD Gratis

Ingin Setarakan Pendidikan di Kota Bogor, Paslon Sendi-Melli Usung Program PAUD Gratis

30 Oktober 2024
Mau Nongkrong Asyik, di Angkringan The Raden’s Aja

Mau Nongkrong Asyik, di Angkringan The Raden’s Aja

12 April 2021

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In