BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dinkes Kabupaten Bogor belum mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa dan guru dalam kasus dugaan keracunan di Dramaga.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengatakan lembaganya memilih berfokus pada penanganan korban. Menurut dia, seluruh korban telah mendapat perawatan medis dan kini dinyatakan sehat.
“Dinas Kesehatan fokus menangani korban. Untuk hasil pemeriksaan laboratorium, kami tidak membahasnya. Alhamdulillah, seluruh korban sekarang sudah sehat, baik yang sempat dirawat inap maupun yang menjalani rawat jalan,” kata Fusia, Jumat, 14 Agustus 2026.
Fusia mengatakan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium bukan kewenangan Dinkes Kabupaten Bogor. Informasi mengenai hasil pengujian sampel makanan MBG selanjutnya akan disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk menyampaikan hasil laboratorium bukan kewenangan kami. Yang terpenting, saat ini masyarakat yang terdampak sudah mendapatkan penanganan dan kondisinya telah sehat. Mengenai hasil pemeriksaan selanjutnya, biarkan BGN yang memberikan penjelasan,” ujarnya.
Belum adanya penjelasan mengenai hasil uji laboratorium itu membuat dugaan kaitan antara menu MBG dan gangguan kesehatan puluhan siswa serta guru di Dramaga belum terjawab.
Kasus tersebut terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026. Sebanyak 29 siswa dan guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap menu MBG. Mereka antara lain mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.
Sebagian korban kemudian dibawa ke Puskesmas Dramaga untuk mendapatkan penanganan. Sejumlah pasien sempat menjalani rawat inap sebelum diperbolehkan melanjutkan perawatan secara rawat jalan.
Setelah kejadian, sampel makanan yang dikonsumsi para korban diamankan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor.
Sebelumnya, Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Irman Gapur mengatakan hasil pemeriksaan semestinya dapat diketahui beberapa hari setelah sampel diuji.
“Dalam dua sampai tiga hari, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi pasien seharusnya sudah dapat diketahui,” kata Irman sebelumnya.
Namun, hingga Jumat, 14 Agustus 2026, Dinkes Kabupaten Bogor belum membuka hasil pemeriksaan tersebut. Penjelasan mengenai ada atau tidaknya kandungan yang berkaitan dengan gangguan kesehatan para korban kini menunggu keterangan dari BGN.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post