BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, tepatnya di RW 10 Griya Katulampa ditunjuk oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai wilayah yang akan menerapkan Program Kampung Iklim (ProKlim).
Sebelumnya, ProKlim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain.
Tujuannya, untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Dan penurunan emisi GRK serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi serta mitigasi.
Perubahan iklim yang telah dilakukan, dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Lurah Katulampa Eka Deri Rahmat Irawan mengatakan, ProKlim sangat berdampak untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam melaksanakan adaptasi perubahan iklim.
“Ya, termasuk menjaga nilai-nilai kearifan tradisional atau lokal yang dapat mendukung upaya penanganan perubahan iklim dan pengendalian kerusakan lingkungan secara umum,” ucap Eka Deri, Senin (26/04/21).
Menurut Eka, ProKlim juga untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dan pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan untuk pelaksanaan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
“Selain itu, untuk meningkatkan kerjasama seluruh pihak di tingkat wilayah serta memperkuat kapasitas masyarakat untuk melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Pelaksanaan Proklim, lanjutnya, mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim, dimana di dalamnya terkandung komponen utama, syarat pengusulan, penilaian dan kategori Proklim.
“Dalam peraturan menteri tersebut juga disinnggung bahwa ProKlim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa,” tegasnya.
Eka menambahkan, ProKlim adalah bentuk apresiasi terhadap kelompok masyarakat yang melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.
“Pemahaman mengenai perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya sehingga seluruh pihak terdorong untuk melaksanakan aksi nyata yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya. (Fik)





























Discussion about this post