BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tetap berlangsung setelah atap salah satu bangunan sekolah ambruk. Pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran campuran, menyesuaikan ruang yang masih dapat digunakan.
Plt Kepala SMKN 1 Gunung Putri Nani Yulianti mengatakan pembelajaran sementara digelar secara daring dan luring bergantian selama proses perbaikan fasilitas.
“Selama perbaikan, pembelajaran dilakukan secara daring dan luring,” kata Nani.
Menurutnya, lima kelas terdampak insiden tersebut. Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang, sekolah menerapkan rotasi kelas.
“Ada lima kelas yang akan diputar sesuai jumlah ruang dan bengkel yang tersedia,” ujarnya.
Tim kurikulum tengah menyusun jadwal pembelajaran menyesuaikan kapasitas ruang aman dan jumlah siswa. Skemanya, sebagian kelas belajar daring dua hari, sisanya tatap muka.
Pada hari ini, seluruh siswa belajar dari rumah untuk pemulihan kondisi psikologis usai kejadian.
“Kemarin beberapa anak masih trauma, jadi hari ini daring agar mereka tenang dulu,” kata Nani.
Meski begitu, pengajaran tetap dilakukan oleh guru dari ruang guru atau bengkel jurusan.
“Guru mengajar daring dari ruang guru atau jurusan,” ucapnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien





























Discussion about this post