BogorOne.co.id | Bekasi – Polda Metro Jaya bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi mendalami dua kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Penyidik memeriksa sejumlah saksi dari PT KAI Daop 1 Jakarta hingga perusahaan taksi online untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
Dua kecelakaan yang diselidiki meliputi tabrakan kereta rel listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek, serta kecelakaan KRL dengan mobil taksi online di perlintasan kereta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan dilakukan secara simultan bersama sejumlah instansi terkait.
“Pada hari ini, Jumat (8/5/2026), penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari PT KAI Daop 1 Manggarai, Jakarta Pusat,” kata Budi dikutip dari beritasatu.com, Sabtu, 9 Mei 2026.
Tiga saksi yang diperiksa terdiri atas AP selaku kepala Sintal atau Sintetis Sinyal dan Telekomunikasi, CN sebagai petugas pengawas selatan, serta MAH yang bertugas sebagai customer service on train KRL.
Selain pihak KAI, penyidik turut memeriksa sejumlah pegawai dari PT SM Green and Smart Mobility Indonesia. Pemeriksaan dilakukan terhadap bagian rekrutmen pengemudi, pelatihan sopir, repair and maintenance control manager, hingga operasional wilayah Bekasi.
Pengemudi taksi online berinisial RR yang menjadi korban dalam kecelakaan di perlintasan kereta juga dimintai keterangan guna memperjelas kronologi kejadian.
Menurut Budi, seluruh keterangan saksi akan dianalisis untuk mengetahui penyebab pasti dua kecelakaan tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan KNKT dan Puslabfor Bareskrim Polri dalam proses penyelidikan.
“Sampai saat ini proses masih berjalan, dan secara simultan penyidik Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama KNKT seiring sejalan melakukan pendalaman sesuai dengan tugas pokok masing-masing,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post