• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, November 6, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kekeringan, 200 Hektare Sawah di Majalengka Gagal Panen

Redaksi by Redaksi
3 Agustus 2026
in NASIONAL
0
kekeringan

Kekeringan, 200 Hektare Sawah di Majalengka Gagal Panen. Foto : Dok. Beritasatu.com/Andrian Supendi

55
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Majalengka – Kekeringan panjang di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai memukul sektor pertanian. Di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, sekitar 200 hektare sawah mengalami gagal panen setelah sumber air irigasi mengering.

Tanaman padi yang telah memasuki masa panen tidak bisa diselamatkan. Batang padi yang sebelumnya mulai berisi gabah mati karena tidak memperoleh pasokan air dari Situ Cijingga, yang selama ini menjadi tumpuan pengairan sawah warga.

Petani Desa Mekarjaya, Casmita, mengatakan hujan tidak turun selama hampir satu setengah bulan terakhir. Kondisi itu membuat debit air di Situ Cijingga terus menyusut hingga akhirnya kering.

“Sudah hampir 1,5 bulan di sini tidak turun hujan. Padahal padi sebenarnya sudah waktunya panen dan sudah berisi, tetapi akhirnya gagal karena tidak ada pasokan air,” kata Casmita, Sabtu (1/8/2026).

BERITA LAINNYA

Penyadapan Ilegal: Ujian Terberat Negara Hukum Kita

Penyadapan Ilegal: Ujian Terberat Negara Hukum Kita

6 November 2026
Basket Putra Kabupaten Bogor Melaju ke Babak Delapan Besar

Basket Putra Kabupaten Bogor Melaju ke Babak Delapan Besar

4 November 2026
Porprov XV Jabar 2026, Pencak Silat Diikuti 238 Atlet

Porprov XV Jabar 2026, Pencak Silat Diikuti 238 Atlet

4 November 2026
Bareskrim Sita Rp1,5 Triliun Aset NET89, Nilainya Sebanding dengan Restitusi 7.871 Korban

Bareskrim Sita Rp1,5 Triliun Aset NET89, Nilainya Sebanding dengan Restitusi 7.871 Korban

3 November 2026

Menurut dia, hampir seluruh petani di wilayah tersebut mengalami kerugian akibat kekeringan. Persoalan serupa, kata dia, berulang hampir setiap musim kemarau tanpa adanya penanganan jangka panjang.

“Kejadian seperti ini sudah sering terjadi di desa kami, hampir setiap tahun, tetapi belum ada solusi dari pemerintah,” ujar Casmita.

Ia memperkirakan luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 200 hektare. Para petani berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi membangun infrastruktur pengairan yang mampu mencegah kekeringan berulang.

Casmita mengusulkan adanya rekayasa pengairan, salah satunya membuat jalur suplai air dari Sungai Cipanas menuju embung Situ Cijingga agar dapat kembali menjadi cadangan air saat musim kemarau.

“Di sini ada embung Situ Cijingga, tetapi sekarang juga kering. Harapannya ada solusi nyata agar embung bisa menampung air untuk kebutuhan pertanian,” katanya.

Kekeringan tidak hanya membuat petani kehilangan hasil panen, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran di area persawahan. Lahan yang mengering akibat cuaca panas membuat tanaman padi mudah terbakar.

Salah satu petani, Dede, mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah sawahnya seluas sekitar 100 bata atau sekitar 1.400 meter persegi terbakar ketika padi siap dipanen.

Dede mengatakan kebakaran terjadi saat dirinya sedang memanen seorang diri. Ia baru menyadari adanya api setelah melihat asap muncul dari bagian depan sawah.

“Saya tidak tahu kalau ada api di sebelah sana. Tiba-tiba saat sedang panen, saya melihat asap. Tidak lama kemudian api sudah membesar,” tuturnya.

Dede sempat berusaha memadamkan api menggunakan kayu panjang karena tidak ada warga lain di sekitar lokasi. Namun, upayanya tidak berhasil lantaran kobaran api cepat membesar dan menghanguskan seluruh tanaman padi.

Peristiwa tersebut menambah panjang daftar kerugian petani di Majalengka yang terdampak musim kemarau. Selain kehilangan hasil panen, mereka kini menghadapi ancaman berulangnya krisis air jika tidak ada perbaikan sistem irigasi.

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

Penyadapan Ilegal: Ujian Terberat Negara Hukum Kita
NASIONAL

Penyadapan Ilegal: Ujian Terberat Negara Hukum Kita

6 November 2026
Basket Putra Kabupaten Bogor Melaju ke Babak Delapan Besar
NASIONAL

Basket Putra Kabupaten Bogor Melaju ke Babak Delapan Besar

4 November 2026
Porprov XV Jabar 2026, Pencak Silat Diikuti 238 Atlet
BOGOR RAYA

Porprov XV Jabar 2026, Pencak Silat Diikuti 238 Atlet

4 November 2026
Bareskrim Sita Rp1,5 Triliun Aset NET89, Nilainya Sebanding dengan Restitusi 7.871 Korban
NASIONAL

Bareskrim Sita Rp1,5 Triliun Aset NET89, Nilainya Sebanding dengan Restitusi 7.871 Korban

3 November 2026
penyadapan
NASIONAL

Polri Tetapkan Tiga Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan, KSP Ikut Disebut

3 November 2026
Propam
NASIONAL

Propam Mabes Polri Periksa Empat Polisi Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

2 November 2026
Next Post
Gempa

Gempa M 5,3 Guncang Mesir, Kairo Ikut Merasakan Getaran

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

langit merah

BMKG Pastikan Langit Merah di Banten Bukan Tanda Bencana

20 Desember 2025
Prihatin! Karena Miskin Pasangan Lansia di Leuwiliang Terpaksa Tinggal di Rumah Reyot Selama Puluhan Tahun 

Prihatin! Karena Miskin Pasangan Lansia di Leuwiliang Terpaksa Tinggal di Rumah Reyot Selama Puluhan Tahun 

21 Agustus 2024
Bidik Pasar Internasional, Kemenko Pangan Dorong Inovasi Susu Kambing dan Kesejahteraan Peternak

Bidik Pasar Internasional, Kemenko Pangan Dorong Inovasi Susu Kambing dan Kesejahteraan Peternak

19 Oktober 2026
Hujan Masih Turun, Warga dan Relawan Diminta Tetap Waspada

Hujan Masih Turun, Warga dan Relawan Diminta Tetap Waspada

26 Juni 2022

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In