BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sumur warga, lahan pertanian, hingga saluran air dilaporkan mulai mengering. Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong, Jumat, 18 September 2026.
Salat meminta hujan tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Bupati Bogor Rudy Susmanto hadir bersama para kiai, ulama, tokoh masyarakat, dan kelompok masyarakat.
Rudy mengatakan kemarau panjang dengan intensitas tinggi tidak hanya terjadi di Kabupaten Bogor. Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah daerah di Indonesia.
“Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran juga mulai kering,” kata Rudy, Jumat, 18 September 2026.
Kondisi itu, kata dia, menjadi perhatian karena Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang memasok sumber air baku untuk kebutuhan air minum di wilayah Bekasi dan Jakarta.
“Bahkan, beberapa sumber air baku untuk air minum di wilayah Bekasi, Jakarta juga bersumber di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Menurut Rudy, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi dampak kemarau. Selain penanganan di tingkat daerah, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB juga berupaya melakukan hujan buatan.
Di luar langkah teknis tersebut, Pemkab Bogor memilih Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
“Hari ini para kiai, ulama, tokoh masyarakat, kelompok-kelompok masyarakat berkumpul bersama di Alun-Alun Tegar Beriman, kita melaksanakan salat istisqa,” kata Rudy.
Ia berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut Rudy, hujan dibutuhkan agar lahan pertanian dapat kembali diolah dan ditanami serta warga yang kesulitan air dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ini cara terakhir manusia setelah kita berdoa memohon kepada Allah SWT, mudah-mudahan diberikan hujan yang tentunya hujan tersebut yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Kekeringan di Bogor Barat dan Timur
Rudy menyebut dampak kekeringan telah dirasakan di sejumlah wilayah Bogor bagian barat hingga timur. Kawasan yang terdampak, terutama wilayah pertanian, antara lain Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga masih menyalurkan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air. Rudy mengatakan distribusi telah dilakukan di hampir seluruh wilayah kecamatan yang terdampak.
“Jadi kita mendistribusikan hampir di 32 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada,” katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah berupaya memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga selama musim kemarau.
“Kami pastikan kebutuhan pasokan air bersih untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan, kami berupaya optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Rudy.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post