BogorOne.co.id | Bogor Selatan – Muspika Bogor Selatan adakan seleksi tilawatil Qur’an (STQ) se- Kelurahan Bogor selatan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan dan juga KUA Bogor Selatan itu dihadiri dan disaksikan langsung Camat, Lurah, MUI.
Kegiatan hari ini adalah menyeleksi para khafilah-khafilah di 16 kelurahan, yang nantinya para juara akan di ikut sertakan ke tingkat kota.
“Adapun yang daftar sebanyak 134 orang. Kita hari ini menyelenggarakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kecamatan,” ujar sekcam Irman Khaerudin, Sabtu (26/11/2022).
Lanjut Irman, sesuai di daftar hadir yang sudah masuk itu ada 134 orang. Terdiri dari 2 cabang besar tapi ada 16 katagori. Yaitu tilawah dewasa putra putri, tilawah remaja putra putri dan tilawah anak anak putra putri. kemudian tahfiz, tahfiz itu 1 juz + tilawah, 5 juz + tilawah 10 juz, 20 juz dan 30 juz.
“Kegiatan STQ ini kita menggali potensi dari wilayah sesuai arahan rapat besar pak camat. Kita ingin menggali potensi-potensi yang ada di wilayah. Sebab kelihatan nya kurang terdengar syiar STQ ini di wilayah,” harap Irman.
Ditempat yang sama, ketua MUI Kecamatan KH. Asep Hudri menuturkan, memberikan apresiasi kepada muspika, dan LP3 Kecamatan Bogor Selatan.
Output nya, sesuai dengan tema dengan MTQ meningkatkan pemahaman dan pengamalan Alquran, sekaligus menggali potensi yang terpendam di wilayah selatan.
“Jadi saya tekankan di wilayah selatan, ayo kita gali potensi-potensi yang terpendam di wilayah. Alhamdulillah yang hadir saat ini dari putra daerah,” ujarnya.
Mudah-mudahan, di wilayah Bogor Selatan, akan muncul bintang- bintang yang bersinar yang berakhlak qur’ani. Saya berharap Bogor selatan lebih guyub, maju, dan sinergi lagi bersama stakeholder lainnya.
Sementara itu, Lurah Harjasari Arief mengatakan, di STQ tingkat kecamatan Bogor Selatan ini pihaknya mengirimkan 7 orang warganya, dimana 7 orang tersebut merupakan orang-orang terbaik dan terpilih dari pondok pesantren yang ada di wilayahnya.
“Ada 7 orang yang diikutsertakan, 6 diantaranya laki-laki dan satu perempuan. Warga kami mengikuti perlombaan di cabang tahfidz yakni 10 Juz Tiga Orang, 20 Juz Dua Orang dan 30 Juz Dua Orang,” kata Arief kepada wartawan di sela kegiatan.
Arief menjelaskan, usia peserta yang ikut di STQ ini bervariasi, namun untuk tahfiz usia maksimal 22 tahun, tetapi peserta dari Harjasari rata-rata dibawah 22 tahun.
“Harapan di STQ ini tentunya dari para Lurah menjadi yang terbaik. Karena ini kegiatan yang sangat baik dan mengharumkan nama wilayah umumnya di kecamatan Bogor Selatan, khususnya di masing-masing kelurahan,” jelasnya. (Yud)
























Discussion about this post