BogorOne.co.id | Tangerang – Kenaikan harga plastik sekali pakai mulai menekan pelaku usaha kecil di Pasar Tradisional Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Lonjakan harga yang mencapai 60 hingga 70 persen memaksa pedagang dan pelaku usaha mikro mengubah strategi bertahan agar tidak kehilangan pelanggan.
Sejumlah pedagang mengaku penurunan pembeli terjadi seiring naiknya harga berbagai jenis kantong dan gelas plastik.
Pedagang plastik, Arwanto, mengatakan hampir semua produk yang dijualnya mengalami kenaikan. Kantong plastik yang sebelumnya dibanderol Rp 10.000 kini naik menjadi Rp 16.000. Sementara kantong plastik merah dari Rp 19.000 menjadi Rp 26.000.
“Semua jenis plastik naik. Plastik kiloan untuk kopi atau es, dulu Rp 7.000, sekarang jadi Rp 12.000,” ujarnya.
Menurut dia, lonjakan harga membuat konsumen menahan pembelian. Dampaknya, omzet penjualan menurun cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini turut dirasakan pedagang kopi keliling yang bergantung pada kemasan plastik. Mereka harus menyesuaikan pengeluaran agar usaha tetap berjalan di tengah kenaikan biaya.
Soma, pedagang kopi keliling, mengaku kini membatasi pembelian plastik untuk menekan modal. Ia memilih tidak menaikkan harga jual kopi demi menjaga pelanggan.
“Sekarang belinya disesuaikan modal saja. Harga kopi tidak saya naikkan, takut pelanggan berkurang,” kata Soma.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post