BogorOne.co.id | Kota Bogor – Komisi II DPRD Kota Bogor membahas rencana kerja dan anggaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun 2026 bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dan Bank Kota Bogor, Rabu, 7 Januari 2026.
Rapat dihadiri seluruh anggota Komisi II DPRD Kota Bogor serta jajaran manajemen masing-masing BUMD. Agenda utama rapat mencakup perencanaan program, alokasi anggaran, serta proyeksi kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, mengatakan pembahasan rencana kerja dan anggaran merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap BUMD.
“Pembahasan ini penting untuk memastikan BUMD dikelola secara sehat dan profesional,” kata Rifki.
Ia menilai perencanaan yang matang dan realistis menjadi kunci agar BUMD mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan.
“Perencanaan harus disusun secara matang dan realistis, agar BUMD mampu memberikan kontribusi optimal terhadap PAD sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Perumda Pasar Pakuan Jaya memaparkan program kerja Tahun 2026, antara lain pengelolaan dan revitalisasi pasar, peningkatan kebersihan serta kenyamanan lingkungan pasar, serta program peningkatan kesejahteraan pedagang. Komisi II DPRD memberikan sejumlah catatan agar program yang dijalankan berdampak langsung pada penguatan ekonomi rakyat dan dilakukan secara efektif sesuai alokasi anggaran.
Sementara itu, Bank Kota Bogor menyampaikan rencana bisnis dan anggaran Tahun 2026, termasuk strategi penguatan permodalan, peningkatan kualitas layanan perbankan, serta dukungan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komisi II menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap regulasi perbankan.
Rifki menegaskan DPRD akan terus mengawal kinerja BUMD Kota Bogor.
“Komisi II berkomitmen mengawal agar BUMD dikelola secara transparan, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah serta peningkatan PAD,” katanya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post