BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pecinta kopi di Indonesia begitu luas. Seiring dengan banyaknya coffe shop dan kedai kopi yang menjamur belakang ini. Ada beberapa jenis kopi yang memiliki karakteristik seperti halnya kopi legendaris Bah Sipit yang berdiri sejak 1925
Para penikmat kopi bisa merasakan kopi hitam yang merupakan kopi legendaris Bah sipit yang berdiri sejak 1925 yang berlokasi di di Jalan Raya Emang No 27, Bogor Selatan, Kota Bogor. Di lokasi tersebut, selain kedai kopi tetapi juga langsung memproduksi kopi.
Pemilik kedai Bah Sipit Nancy Wahyuni Yusuf mengatakan, kopi Bah Sipit dirintis oleh kakek nya sejak 1925. Dan sekarang dirinya penerus kopi Bah Sipit. Cuman waktu dulu hanya memiliki satu varian saja yang disebut kopi klasik.
“Adapun biji kopi yang di gunakan, yakni kopi robusta, yang tetap di pertahankan, adalah keaslian atau ketulenan kopinya, serta menggunakan 100 persen kopi asli tanpa campuran bahan yang lain,” ujarnya.
Lanjut Nancy, di kedai kopi miliknya menawarkan mulai dari, kopi robusta, Arabika premium, Gayo, Toraja, Flores, dan kopi Bali.
“Kedepan kita mengusung house bland kopi Bah sipit, campuran dibuat dengan komposisi tertentu antara robusta dan Arabika,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pihaknya juga memproduksi kopi dalam bentuk sachet dengan dua varian, yakni kopi hitam isi berat 8 gram untuk satu cangkir, yang kedua kopi plus gula 20 gram.
“Bicara harga kopi Bah sipit 1 pax 17 ribu isi 20 pcs, untuk kopi plus gula isi 20 pcs 28 ribu per pax, namun bagi reseller ada harga khusus,” ucapnya.
Untuk kedai kopi mulai operasional dari hari senin-sabtu pukul 08.00-17.00 WIB, Minggu dari jam 08.00-15.00 WIB.
“Melihat pengunjung yang datang ke kedai kopi, lebih kepada kopi hitam tanpa gula. Karena orang mulai menyadari bahwa kopi hitam lebih aman di banding pakai gula,” kata dia.
Ia berharap, orang Bogor dan sekitarnya lebih mengenal kopi Bah Sipit, menambah reseller, karyawan, serta omset meningkat 2 sampai 3 jali lipat.
“Dari sisi pemasaran bisa mengenal kopi Bah Sipit ke wilayah Jabodetabek, tapi dengan hadirnya media sosial orang bisa tau di luar Jabotabek,” ungkapnya. (Yud)





























Discussion about this post