BogorOne.co.id | Kota Bogor – Ambruknya gedung SDN Otista yang tak jauh dari Istana Bogor yang notabenenta tempat tinggal Presiden Jokowi menjadi perhatian serius banyak pihak, tak terkecuali Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.
Komisioner KPAI Daerah Kota Bogor, Bidang Pendidikan Anni Farhani beserta jajaran meninjau lokasi gedung sekolah yang ambruk, Senin (20/09/21).
Dia mengatakan, program sekolah aman yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sejatinya bukan hanya aman dari kekerasan fisik, psikis maupun kekerasan seksual.
Tetapi lanjut Anni, juga bangunan yang aman dari bencana, maupun hal lain yang berpotensi mencelakakan warga sekolah,
Menyikapi insiden itu, ia meminta semua pihak terkait memastikan bahwa guru dan murid dalam proses pembelajaran wajib mendapatkan perlindungan dinas pendidikan
Dijelaskannya, dalam UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dinyatakan bahwa dalam menjalankan tugas keprofesionalannya, guru berhak memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugasnya.
“Disitu, yang wajib memberikan perlindungan tersebut dalam Peraturan Pemerintah tentang Guru adalah Pemerintah dan Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Menurut dia, Dinas Pendidikan (Disdik) harus memiliki data sekolah yang rusak dan berpotensi rusak dan harus menjadi skala prioritas bagi pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah.
“Itu bahaya, selain membuat was-was saat belajar, juga mengancam keselamatan jiwa, sehingga harus segera di perbaiki dengan standar kualitas bangunan yang aman demi keselamatan seluruh warga sekolah,” tegasnya.
Jadi lanjut dia, KPAI meminta pemerintah daerah Kota Bogor memastikan seluruh fasilitas, sarana dan prasarana latak dan aman sblm pelaksanaan PTM dimulai
“Kami akan melakukan pengawasan langsung ke sekolah dan akan segera menjadwalkan rapat koordinasi dengan Dinas pendidikan dan dinas terkait lain nya,” tandasnya.
Seperti diketahui, bahwa dua ruang kelas Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) otista tiba-tiba ambruk, Kamis (16/09/31). Tidak ada korban dalam peristiwa itu karena kegiatan sedang off dan proses pembelajaran masih dilaksakanan secara daring. (Fry)
























Discussion about this post