BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kondisi pandemi Covid-19 di Kota Bogor kian mengkhawatirkan. Selain telah ditetapkannya sebagai zona merah, jumlah warga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri (isoman) juga cukup tinggi.
Berdasarkan catatan yang dimiki oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti, jumlahnya telah mencapai 52 orang.
Menyikapi hal itu, Anggota DPRD kota Bogor Endah pun meminta Pemerintah Kota Bogor dan tim Satgas Covid-19 Kota Bogor bergerak cepat menekan angka kematian saat menjalani isolasi mandiri ini.
Sebab kata Politisi PKS itu, berdasarkan informasi yang berhasil ia himpun, warga yang meninggal saat menjalani Isoman disebabkan oleh tidak tertangani di rumah sakit yanh sudah penuh.
Selain itu juga karena minimnya oksigen yang seharusnya menjadi salah satu cara untuk mencegah kematian.
Dia menegaskan terkait krisis oksigen. Pihaknya di Komisi IV mendorong Pemkot membentuk satgas oksigen di bawah BPBD. Karena ini bencana extraordinary.
“Ya, sehingga Dinkes bisa focus pada tracing dan treatment, sedangkan BPBD memastikan pasukan oksigen aman,” kata Endah, Rabu (21/07/21)
Tak hanya itu, dia juga meminta agar Pemkot segera melakukan refocusing anggaran agae bisa dilakukan penganggaran tabung oksigen kecil untuk di stok di masing masing puskesmas.
“Pemkot juga bisa memaksimalkan dana CSR, lalu berkomunikasi juga dengan provinsi dan BUMD provinsi. Kalau perlu dana CSR dari perusahaan bisa difokuskan ke satgas untuk pengadaan oksigen dan obat,” jelasnya.
Didorongnya Pemkot Bogor untuk bergerak cepat bukan tanpa landasan. Sebab, dikatakan oleh Endah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperbolehkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengutak-atik anggaran selama PPKM Darurat diberlakukan.
“Landadannya ada di Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 mengatur kepala daerah mendanai PPKM Darurat lewat APBD. Kepala daerah diberi kewenangan untuk mengubah alokasi APBD jika butuh dana tambahan,” pungkasnya.
Sementara Pemkot bohor mendistribusikan 100 unit oksigen konsentrator bantuan dari Menko Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku, 100 unit oksigen konsentrator tersebut dibagikan kepada seluruh rumah sakit di Kota Bogor, masing-masing 5-6 unit untuk tahap pertama.
“Hari ini Satgas mulai membagikan 100 unit oksigen konsentrator bantuan dari Pak Luhut kepada rumah sakit yang membutuhkan untuk pasien gejala ringan. Nanti akan Ada tambahan lagi, Insya Allah,” ungkap Bima. (Fik)






























Discussion about this post