BogorOne.co.id | Jakarta – Perjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota terganggu pada Jumat pagi, 4 September 2026. Gangguan operasional di Stasiun Jakarta Kota terjadi saat jam sibuk dan membuat perjalanan kereta dari arah Bogor harus dipangkas.
KAI Commuter menyampaikan gangguan tersebut melalui akun resmi X @CommuterLine. Pengelola meminta maaf kepada penumpang dan menerapkan rekayasa pola operasi untuk mengurangi dampak keterlambatan.
“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Bogor sehubungan adanya gangguan operasional di Stasiun Jakarta Kota dan petugas terkait saat ini tengah melakukan penanganan,” tulis KAI Commuter.
Dalam rekayasa tersebut, KRL dari Bogor yang semestinya menuju Jakarta Kota dialihkan dan dibatasi sampai Stasiun Manggarai atau Jayakarta. Setelah itu, rangkaian kereta kembali melayani perjalanan menuju Bogor.
Gangguan itu membuat penumpang tertahan di sejumlah stasiun. Keluhan antara lain muncul dari pengguna yang berada di Stasiun Manggarai dan Gambir sejak sekitar pukul 08.11 WIB.
Sejumlah penumpang juga mengeluhkan kepadatan di peron maupun di dalam rangkaian kereta. Informasi mengenai gangguan dinilai sebagian pengguna terlambat disampaikan, karena penumpukan penumpang disebut telah terjadi sebelum pengumuman resmi KAI Commuter.
Di media sosial, pengguna dengan akun @aesthusias mengimbau penumpang terdampak untuk meminta surat keterangan keterlambatan dari KAI Commuter ketika melakukan tap out di stasiun tujuan. Namun, penggunaan surat tersebut untuk kepentingan administrasi tetap bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.
Akun tersebut juga menyebut adanya informasi mengenai gangguan pada rangkaian kereta di Jakarta Kota.
“Kereta di Jakarta Kota ada yang anjlok/ambles rodanya guys jadi keknya bakal kehambat,” tulis @aesthusias.
Keluhan serupa disampaikan pengguna lain. “Sumpah pantesan aku ketahan di Gambir mana tidak bisa turun huhu telat deh ini,” tulis akun @ddablueism.
Hingga informasi tersebut disampaikan, petugas KAI Commuter masih melakukan penanganan teknis di lokasi gangguan.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post