BogorOne.co.id | Bekasi – Ledakan diduga akibat kebocoran tabung gas melukai enam orang dalam satu keluarga di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Dua korban meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit selama sehari.
Kedua korban meninggal itu adalah Deni Setiawan, 36 tahun, dan anaknya, Raihan Alfarizky, 7 tahun. Keduanya mengalami luka bakar lebih dari 90 persen.
Peristiwa bermula ketika Enah, ibu Deni, memasak dan menghangatkan nasi di rumahnya pada Jumat dini hari. Diduga terjadi kebocoran gas dari tabung yang digunakan untuk memasak.
Keluarga korban, Tami, 55 tahun, mengatakan Enah sempat meminta bantuan kepada menantunya untuk memperbaiki kondisi tabung gas tersebut.
“Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama mantunya, minta dibenerin,” kata Tami saat ditemui di lokasi, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan dari rumah tersebut. Tami yang tinggal di sebelah rumah korban mendengar suara ledakan itu.
“Satu kali meledak. Pokoknya ngebledug gitu kedengarannya,” ujarnya.
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta, 41 tahun, mengatakan dirinya mengetahui kejadian itu setelah didatangi anak korban yang meminta pertolongan. Ketika tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di luar rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.
Menurut Suta, api diduga sudah muncul ketika tabung gas hendak diganti atau diperbaiki. Api kemudian menyambar orang-orang yang berada dalam satu ruangan.
“Gasnya bocor, terus dia mau ganti, ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan,” kata Suta.
Enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga orang dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.
Deni dan Raihan sempat menjalani perawatan selama sehari di RSUD Kabupaten Bekasi sebelum meninggal dunia akibat luka bakar yang diderita.
Empat korban lainnya masih menjalani perawatan. Enah dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.
Sementara Amelya Putri dirawat di ruang rawat inap akibat luka bakar pada kaki dan tangan dengan luas kurang dari 50 persen. Dua korban lain, Buyin dan Aisah, 15 tahun, dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.
Suta mengatakan kondisi Enah belum dapat dipastikan karena masih menjalani perawatan di ICU dan belum diperbolehkan dijenguk. Namun, saat pertama kali mendapat penanganan, luka bakarnya tergolong serius.
“Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU, tetapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen,” kata Suta.
Kasus ledakan yang menewaskan ayah dan anak tersebut kini ditangani Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi. Polisi masih menangani penyebab pasti ledakan tabung gas tersebut.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post